SUARA SEMARANG - Kecamatan Colomadu di Kabupatan Karanganya punya sejarah penting di masa lampau bagi penguasa Mangkunegaran khususnya.
Ada 'tambang emas' yang dijaga, supaya Kecamatan Colomadu tetap bergabung dengan Kabupaten Karanganyar.
Padahal secara geografis letaknya terpisah dari Kabupaten Karanganyar, dan berada dia sebelah Barat Kota Surakarta.
Pertanyaan besar, mengapa Kecanatan Colomadu tak bergabung saja dengan Kota Surakarta.
Ya, Jawa Tengah punya satu wilayah kecamatan yang unik milik Kabupaten Karanganyar, namun lebih dekat dengan Kota Surakarta.
Kecamatan bernama Colomadu cukup unik, meski masuk wilayah Kabupaten Karanganyar, namun terpisah secara letak geografisnya.
Seolah bercerai dengan Kabupaten Karanganyar, kecamatan tersebut dipisahkan oleh Kota Surakarta atau Solo.
Bahkan wilayah kecamatan milik Kabupaten Karanganyar tersebut lebih dekat dengan Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, dan Kabupaten Sukoharjo.
Lantas kecamatan manakah yang terpisah itu?
Ya, nama wilayah itu takni Kecamatan Colomadu.
Baca Juga: Erick Thohir Kalah Sakti, FIFA sampai Cawe-cawe Sentil Messi Gegara sang Caleg Aldi Taher
Kecamatan Colomadu dengan luas 15,64 Kilometer persegi tersebut berada di sebelah Barat Kota Surakarta.
Justru terpisah dengan induknya Kabupaten Karanganyar yang mayoritas wilayahnya di sebelah Timur Surakarta.
Kecamatan Colomadu menjadi wilayah yang terkecil di Kabupaten Karanganyar.
Meski demikian wilayah ini tempo dulu sangat kaya karena punya pabrik gula raksasa pada masa lampau.
Laman Instgram Mahasiswa Geografi menjelaskan mulanya Kecamatan Colomadu melekat dengan Kabupaten Karanganyar.
Namun karena pembentukan Kota Surakarta pada 1947, wilayah Kecamatan Colomadu menjadi wilayah terluar Kabupaten Karanganyar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur