/
Sabtu, 24 Juni 2023 | 22:24 WIB
kisah sejarah Idul Adha yang bermula dari kisah Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan putranya Ismail 'alaihis salam. (Pixabay)

SUARA SEMARANG- Berikut ini adalah kisah sejarah Idul Adha yang bermula dari kisah Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan putranya Ismail 'alaihis salam.

Mungkin sebagian kalin sebagai seorang muslim masih belum mengetahui bagaimana sejarah bermulanya hari raya Idul Adha dan apa keterkaitannya dengan menyembelih hewan kurban.

Merangkum dari berbagai sumber berikut ini kami sajikan  kisah sejarah Idul Adha yang bermula dari kisah Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan putranya Ismail 'alaihis salam.

Idul Adha, juga dikenal sebagai Hari Raya Haji, merupakan salah satu perayaan penting dalam agama Islam. Perayaan ini berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada zaman Nabi Ibrahim sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Di dalam Al-Quran diceritakan bahwa Nabi Ibrahim mendapatkan sebuah mimpi yang dianggap sebagai wahyu dari Allah. Dalam mimpi tersebut, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya yang bernama Ismail sebagai tanda ketatannya kepada Allah.

Setelah mendapatkan mimpi tersebut, Nabi Ibrahim menghadap Ismail dan memberitahunya tentang perintah Allah. Meskipun awalnya Ismail merasa sedih dengan perintah tersebut, dia menunjukkan ketundukan dan ketaatan kepada Allah dan bersedia untuk dikorbankan.

Mereka berdua pergi ke tempat yang telah ditunjukkan Allah untuk melakukan pengorbanan. Nabi Ibrahim siap untuk mengorbankan putranya, tetapi ketika dia mengayunkan pisau, Allah mengirimkan malaikat Jibril untuk menggantikan Ismail dengan seekor domba jantan yang ditawarkan sebagai pengganti kurban.

Peristiwa ini dianggap sebagai ujian kesetiaan dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Idul Adha menjadi perayaan untuk memperingati pengorbanan yang disiapkan oleh Nabi Ibrahim dan kepatuhan yang ditunjukkan oleh putranya.

Selama perayaan Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan salat Idul Adha yang biasanya dilakukan di lapangan terbuka atau masjid. Setelah salat, hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba disembelih sebagai bentuk pengorbanan. Daging hewan tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Menyambut Idul Adha 1444 H/2023 Berjudul "Kurban yang Tidak Diterima"

Idul Adha juga merupakan waktu untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kedermawanan. Selain pengorbanan hewan, umat Muslim juga dianjurkan untuk melakukan amal kebajikan seperti memberikan sedekah kepada fakir miskin.

Itulah kisah sejarah Idul Adha yang menggambarkan kesetiaan dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Perayaan ini menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk merenungkan nilai-nilai kesetiaan, pengorbanan, dan kepatuhan dalam kehidupan mereka.

Load More