/
Rabu, 28 Juni 2023 | 01:22 WIB
Rumput Stadion GBK rusak parah dan pernah butuh miliaran rupiah untuk perbaikan. (instagram @pengamatsepakbola)

SUARA SEMARANG - Rumput utama di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) rusak parah dan untuk memperbaikinya pernah menelan puluhan miliar rupiah.

Kondisi rumput Stadion GBK menjadi perbincangan usai video yang memperlihatkan kondisi dalam stadion yang rusak plus sampah berserakan.

Padahal, rumput Stadion GBK baru saja diperbaiki dan nominal yang disedot tak tanggung-tanggung mencapai Rp 10 miliar.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan kondisi rumput stadion yang rusak dan bergaris-garis.

Hal itu menyebabkan kondisi rumput tak rata sehingga saat digunakan untuk venue sepakbola akan menyulitkan para pemain.

Untuk itu netizen menyampaikan bahwa rumput Stadion GBK harus segera diperbaiki kembali seperti sedia kala.

Perlu diketahui, rumput Stadion GBK pernah beberapa kali mendapatkan perbaikan ringan hingga berat.

Untuk perbaikan berat sebagaimana yang dilakukan jelang Piala AFF tahun lalu, dikabarkan menyedot anggaran hingga Rp 5-10 miliar.

Sementara untuk perawatan rutin dan ringan, setidaknya membutuhkan Rp 15 juta per bulannya.

Baca Juga: Dihajar Marselino Ferdinan Gol dan Assist, KV Oostende DegradasiUsai Bertemu KMSK Deinze

Namun jika melihat kondisi rumput Stadion GBK yang beredar di lini masa maka butuh waktu dana biaya lumayan besar guna memperbaikinya.

Tinggal di cek secara langsung sejauh mana kerusakan rumput Stadion GBK tersebut dan diperbaiki tiap spot atau blok rumput.

"RUSAK. Kondisi lapangan GBK saat ini setelah digunakan oleh acara salah satu partai Sabtu lalu," tulis akun instagram pengamatsepakbola.

Pada beberapa waktu lalu rumput Stadion GBK juga mengalami kerusakan saat digunakan oleh konser BlackPink.

Namun jika melihat kerusakan saat ini di rumput Stadion GBK bisa jadi lebih parah karena cukup merata di beberapa sisi lapangan.

Ada juga pihak yang menyayangkan mengapa Stadion GBk boleh digunakan untuk selain acara sepakbola yang akhirnya merugikan pengelola Stadion GBK maupun Timnas Indonesia hingga fans sepakbola.

Load More