/
Minggu, 02 Juli 2023 | 07:23 WIB
Haul Satu Tahun Wafatnya Tjahjo Kumolo di Semarang. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Mengenang wafatnya mantan menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo diperingati dengan haul satu tahun pembacaan Tahlil dan doa, Sabtu 1 Juli 2023.

Bertempat di kediaman almarhum semasa kecil di Jalan Citarum Utara nomor 16, Mlatiharjo, Semarang Timur, haul wafatnya Tjahjo Kumolo diikuti oleh para sanak keluarga, warga sekitar serta kader PDIP Jateng dan Kota Semarang.

Acara dibuka dengan bacaan Alfatihah dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran. Inti acara mengenang atau haul wafatnya Tjahjo Kumolo yakni pembacaan Tahlil dan doa.

Mewakili keluarga, Rahajeng Widyaswari putri sulung almarhum H Tjahjo Kumolo S.H, menyampaikan terimakasih kepada para tamu yang hadir dalam haul.

"Saya ucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan doa para hadirin acara ini bisa berjalan baik, kami atas nama keluarga juga meminta maaf selama almarhum bapak saya semasa hidup," katanya.

Rahajeng menjeskan, haul digelar di kediaman keluarga besarnya sebab ayahnya meski kelahiran Solo, tetapi tumbuh besar dan kuliah di Semarang sehingga bisa dibilang sebagai orang Semarang. 

"Kami dari keluarga inti almarhum ingin meluangkan waktu cukup agar agar bisa bersilaturahmi dengan keluarga di sini," katanya.

Melalui haul tersebut, menurut dia, sekaligus juga menjadi ajang silaturahmi dengan sahabat dan kawan ayahandanya semasa hidup.

Tampak beberapa tamu hadiri diantaranya anggota DPRD Jawa Tengah Sucipto, istri Kepala LKPP Krisseptiana Hendrar Prihadi, anggota DPRD Kota Semarang dari para kader PDI Perjuangan.

Baca Juga: Respon PDIP saat Gunakan Stadion GBK di Acara Partai Bulan Bung Karno

"Anggota-anggota DPRD memang sudah temen lama almarhum ya. Cuma karena saya sekarang di sini, temen lama bapak jadi temen baru saya. Apa salahnya sekaligus bersilaturahmi sama mereka," katanya.

Semasa hidup mendiang, Rahajeng mengenang apa yang diajarkan sang ayah, yakni kesederhanaan dan tidak pernah meremehkan siapapun yang akan selalu tertanam hingga kapanpun.

"Paling utama itu kesederhanaan, nomor satu. Bapak itu sederhana, enggak banyak omong. Dari bapak, saya juga belajar bagaimana mengontrol emosi. Seberat apapun masalah, pikiran, jangan sampai keluarga tahu," katanya.

Selain itu, Rahajeng juga mengenang ayahnya sebagai sosok negarawan karena apa yang dipikirkan sepanjang hidupnya adalah untuk negara, dan ingin meneruskan perjuangan mendiang dengan maju sebagai legislator lewat partai yang sama.

"Dari temen-temen almarhum, menurut mereka, bapak itu lebih dari seorang politisi. Negawaran yang sepanjang hidup dipikirkan untuk negaranya," katanya.

Sebagai seorang negarawan juga, Rahajeng ingat betul keinginan ayahnya bahwa kelak saat meninggal dunia dalam masih bertugas sebagai abdi negara.

"Keinginan terakhir almarhum akhirnya terwujud, ingin meninggal dalam masa tugas," katanya.

Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada 1 Juli 2022 saat masih menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Sementara itu, mantan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengenang mendiang Tjahjo Kumolo sebagai tokoh nasional dan pejuang partai yang benar-benar bisa menciptakan banyak kader militan.

"Termasuk saya ini, mentornya juga beliau. Sampai dengan saat ini, kami mengenang beliau sangat luar biasa, sebagai kader ideologis dan ide-idenya juga sangat cemerlang," katanya.

Selain itu, Supriyadi yang kini duduk di Komisi D DPRD Kota Semarang juga mengenal Tjahjo sebagai sosok yang baik dan ramah terhadap siapapun tamu yang berkunjung.

"Ketika ada tamu dari mana, siapapun, selalu 'welcome'. Selalu memberikan solusi yang terbaik untuk kawan, sahabat, dan tamu-tamunya. Itu yang tertanam pada saya sebagai kader," katanya.

Profil Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Desember 1957. Ia adalah seorang politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju.

Tjahjo sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia yang menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019 pada Kabinet Kerja.

Sebagai seorang politikus Indonesia, Tjahjo Kumolo terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009–2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan wilayah pemilihan Jawa Tengah I dan sekaligus menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPR RI dan juga menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi di DPR RI.

Tjahjo Kumolo dipilih oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2010-2015 yang pada periode sebelumnya duduk sebagai Ketua DPP Bidang Politik PDIP.***

Load More