SUARA SEMARANG – Lini masa hari ini diramaikan dengan perubahan nama gedung MPR/DPR Jakarta menjadi “Istana Tikus” di aplikasi google maps.
Terdapat nama lain di direktori google maps, diantaranya “kebun binatang terbesar di Asia” kemudian “sampah negara” dan “Banteng tidur”
Belum diketahui pasti siapa yang melakukan perubahan nama Gedung MPR/DPR tersebut.
Hal ini memang mudah terjadi karena perubahan nama di Google maps bisa dilakukan siapa saja.
Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia dibangun pada tahun 1965. Gedung ini terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, dan menjadi tempat berlangsungnya sidang-sidang parlemen serta kegiatan-kegiatan terkait legislasi dan pengawasan pemerintahan di Indonesia.
Sejak dibangun, gedung ini telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat.
Gedung DPR Indonesia telah menjadi subjek kontroversi dalam sejarahnya.
Gedung DPR sering menjadi sorotan karena kinerja legislasi yang dinilai tidak efektif dan lambat.
Ketidakhadiran anggota DPR dalam sidang-sidang parlemen, keputusan yang dianggap kontroversial, dan keterlambatan dalam mengesahkan undang-undang adalah beberapa isu yang sering dikaitkan dengan Gedung DPR.
Baca Juga: Elon Musk Diserang Netizen, Twitter Batasi Jumlah Tweet yang Bisa Dibaca
Gedung DPR juga terkait dengan berbagai kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR, seperti kasus korupsi e-KTP dan kasus korupsi alat kesehatan yang menimbulkan keraguan terhadap etika dan integritas anggota DPR serta memicu kritik terhadap Gedung DPR sebagai lembaga.
Kontroversi-kontroversi ini mencerminkan tuntutan masyarakat terhadap transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas lembaga legislatif.
Upaya reformasi dan perbaikan terus dilakukan untuk mengatasi isu-isu tersebut dan memperkuat peran dan integritas Gedung DPR dalam menjalankan tugasnya sebagai perwakilan rakyat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau