/
Jum'at, 28 Juli 2023 | 20:58 WIB
Gak Nyangka! Bima Sakti Relakan Arkhan Kaka dan Sulthan Zaki Kembali ke Klub Asal, Ternyata Ini Alasannya. (Antara Foto / Michael Siahaan)

SUARA SEMARANG - Bima Sakti, pelatih timnas u-17 Indonesia, telah menjadi sorotan sejak keputusannya untuk memulangkan pemain kesayangannya, Arkhan Kaka, ke klub Persis Solo.

Namun, dibalik keputusan Bima Sakti tersebut terdapat sebuah cerita menarik yang membuat banyak orang terkejut.

Arkhan Kaka merupakan salah satu pemain berbakat yang berhasil menarik perhatian Bima Sakti selama TC (Training Camp) Garuda Select.

Meskipun hanya diizinkan bergabung dalam TC selama 2 pekan oleh klub Persis Solo, pemain muda tersebut berhasil mencuri hati pelatihnya.

Bima Sakti melihat potensi besar dalam bakat yang dimiliki oleh Arkhan Kaka, sehingga ia pun berjanji untuk memulangkan pemain tersebut ke klubnya setelah TC selama 2 pekan.

Namun, keputusan lain yang membuat Bima kehilangan pemain berbakat di TC adalah Sulthan Zaki.

Pemain muda ini juga harus kembali ke klub sesuai rencana, karena Timnas Indonesia u-17 akan melanjutkan seleksi dan TC di Bali untuk persiapan menghadapi friendly match melawan klub La Liga, Barcelona Juvenil u-18.

Dalam wawancara terbaru, Bima Sakti mengungkapkan alasan di balik keputusannya memulangkan Arkhan Kaka ke klub.

Menurutnya, ini adalah langkah yang sulit namun dibutuhkan untuk perkembangan karier sang pemain.

Baca Juga: Wow! Asnawi Mangkualam Siap Menuju FC Seoul, Potensi Bintang Indonesia yang Bersinar di Liga Korea

Bima Sakti berfokus pada membangun kekuatan timnas u-17 untuk menghadapi Piala Dunia u-17 2023, dan meskipun ia ingin memiliki pemain terbaik seperti Gabriel Han Willhoft King, ia harus realistis dengan situasi yang ada.

Gabriel Han Willhoft King, pemain muda berusia 17 tahun yang bermain di Tottenham Hotspur u-18, sebelumnya diharapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia u-17 dalam ajang Piala Dunia.

Namun, sayangnya, Gabriel tidak memiliki paspor Indonesia, sehingga rencana tersebut harus dibatalkan.

Bima Sakti menyatakan bahwa proses naturalisasi membutuhkan waktu yang lama, dan situasi ini membuatnya harus mencari alternatif lain untuk memperkuat skuadnya.

Sebelumnya, Dennis Wise, mantan pemain timnas Inggris, memberikan saran kepada Ketum Erick Thohir untuk mengerucutkan sistem pembinaan usia muda dengan membentuk timnas Indonesia usia 14.

Usulan ini diterima dengan baik oleh Ketum PSSI, dan Bima Sakti juga sepenuhnya mendukung ide ini.

Load More