SUARA SEMARANG - Bek kiri Pratama Arhan bisa mencetak rekor di akhir pekan ini saat dimainkan sebagai starter oleh Tokyo Verdy melawan.
Setidaknya ada dua tanda Pratama Arhan akan bermain lagi salah satunya dengan mengenakan rompi merah saat berlatih dibawah arahan pelatih Hiroshi Jofuku.
Dalam foto-foto di sesi latihan yang diunggah oleh offisial klub terlihat Pratama Arhan bersama dengan sejumlah pemain Tokyo Verdy mengenakan rompi merah.
Sementara kelompok pemain yang menjadi lawan Pratama Arhan tak mengenakan rompi alias hanya mengenakan kostum latihan berwarna hijau.
Dari kostum latihan yang berbeda tersebut, Pratama Arhan mengenakan rompi merah diartikan sebagai pemain-pemain pilihan yang akan diturunkan di laga terdekat.
"Training Session !!! Hard Work," tulis offisial Tokyo Verdy yang mengunggah foto Pratama Arhan stersebut.
Hal itu langsung dikomentari dengan positif oleh fans tanah air dengan harapan Pratama Arhan dimainkan lagi.
"Rompi merah tim line up....," @dedy_gerung46.
Hal itu bisa saja benar terjadi karena lawan yang akan dihadapi oleh Pratama Arhan adalah Blaublitz Akita.
Baca Juga: Melaju Putaran Kedua, Statistik Elkan Baggott dkk Bikin 16 Pelanggaran di Piala Liga Inggris
Tanpa merendahkan lawan Pratama Arhan kali ini, Blaublitz Akita adalah klub medioker yang saat ini berjuang dari kejaran zona degradasi.
Jika Tokyo Verdy ada di posisi empat besar maka Blaublitz Akita ada di posisi ke 13 dan sudah menelan 10 kali kekalahan.
Sejauh ini Pratama Arhan "hanya" dimainkan sebagai starter oleh pelatih Hiroshi Jofuku ketika Tokyo Verdy melawan klub lemah atau di ajang yang bukan jadi prioritas pertama klub.
Bahkan di liga musim ini Pratama Arhan belum pernah bermain sebagai starter. Bek kiri tersebut baru sekali bermain dan sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Maka, jika Pratama Arhan dimainkan sejak menit pertama akan menjadi catatan rekor tersendiri bagi dirinya di musim ini.
Hal itu adalah kali pertama terjadi di musim ini dan Pratama Arhan harus mampu menunjukkan kualitas permainan serta skil yang dimiliki.
Berita Terkait
-
Melaju Putaran Kedua, Statistik Elkan Baggott dkk Bikin 16 Pelanggaran di Piala Liga Inggris
-
Satu Dari Tiga Monster Jangkung Shin Tae Yong Terancam Dicoret Saat Timnas Lolos Putaran Final Piala Dunia 2026
-
Ditanya Soal Pratama Arhan, Web Resmi Tokyo Verdy Ungkap Kekesalan Pelatih Hiroshi Jofuku?
-
Duel Kiper Piala Dunia, Penantian Setahun Pratama Arhan Terbayar Lunas di Jepang 5 Kali Lipat
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Proyek Panas Bumi di Sumsel Dikebut, Pertamina Geothermal Perkuat Energi Hijau Nasional
-
Komitmen Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, PTBA Dapat Apresiasi dari Bupati Muara Enim
-
Promo QRIS Bank Sumsel Babel Ramaikan HUT Sumsel ke 80 di Merchant Favorit Palembang
-
Hadapi Persijap, Persib Bandung Berpotensi Tanpa Marc Klok, Ini Penyebabnya
-
Pidato Perpisahan dengan Barcelona, Lewandowski Tetap Singgung Liga Champions
-
Dipimpin Cristiano Ronaldo, Ini Skuad Mewah Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
-
Diinjak hingga Dipukul Double Stick, Cerita Korban Pengeroyokan di Jalanan Pekanbaru
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Menanti Sejarah Baru Banten Selatan: 6 Fakta Menarik Perjuangan DOB Kabupaten Cilangkahan
-
Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea