SUARA SEMARANG -- CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi meminta panitia pelaksana pertandingan untuk memperketat screening dan body check suporter.
PSIS Semarang selama delapan pekan Liga 1 2023/2024 berjalan, telah dikenai denda oleh Komite Disiplin PSSI sebanyak dua kali terkait pelanggaran yang dilakukan oleh suporter.
Pelanggaran pertama adanya suporter yang hadir saat PSIS bertandang ke PSS Sleman pada Jumat (21/7). Akibat pelanggaran ini, PSIS Semarang dikenai denda sebesar Rp25 juta.
Baru-baru ini, PSIS juga kembali didenda oleh PSSI. Gara-garanya oknum suporter menyalakan petasan di Tribun Timur Stadion Jatidiri, Semarang.
Ledakan petasan tersebut terjadi saat PSIS Semarang menjamu Arema FC pada Sabtu (12/8). PSIS dinilai melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Sehingga PSIS kembali didenda, kali ini sebesar Rp50 juta. Total Rp75 juta yang harus dibayarkan oleh PSIS karena oknum suporter.
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi sangat menyayangkan kejadian-kejadian tersebut yang ia nilai merugikan PSIS.
Oleh karena itu, agar tidak kembali 'kecolongan', ia meminta panitia pelaksana untuk lebih teliti dalam melakukan screening serta body check.
“Panpel juga harus lebih teliti lagi ke depannya dalam melakukan screening serta body check supaya kejadian yang sama tidak terulang. Kedua kami juga akan menginstruksikkan ke panpel untuk melakukan investigasi lebih lanjut,” kata Yoyok Sukawi dikutip dari laman resmi PSIS Semarang.
Baca Juga: Makin Moncer, Harga Pasaran Gali Freitas Naik Drastis Lewati Vitinho
Hal senada juga disampaikan oleh ketua Panpel PSIS Agung Buwono, pihaknya akan melakukan evaluasi dan mencari tahu pelaku yang menyalakan petasan.
“Kami pertama minta maaf karena petasan sampai bisa lolos. Kami akan melakukan investigasi melalui kamera CCTV yang ada untuk melihat siapa yang melempar petasan tersebut ke stadion dan menindaklanjuti. Kedepan tentu kami mohon maaf akan lebih teliti lagi dalam melakukan screening serta body check kepada para suporter atau penonton yang nonton di stadion,” ujar Agung.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi