SUARA SEMARANG - Kiper Timnas Indonesia Ernando Ari Sutaryadi nyaris menjadi MOTM atau Man Of The Match di laga final melawan Vietnam.
Sejumlah penyelamatan penting yang dilakukan Ernando Ari mendukung predikat MOTM yang bisa disematkan pada kiper muda U-23 ini.
Kenyataanya Ernando Ari harus kehilangan gelar MOTM karena satu tendangan yang menghapus penyelamatan-penyelamatan krusial yang telah ia lakukan sepanjang 120 menit.
Menjadi kiper utama dan bermain di final, penampilan Ernando Ari benar-benar menjadi tembok penghalang bagi pasukan Nguyen.
Berbagai percobaan tendangan yang dilakukan berhasil dimentahkan oleh Ernando Ari. Bahkan satu tendangan penalti berhasil ia blok.
Penampilan Ernando Ari yang dingin di depan gawang dan hampir tak ada kesalahan membuat dirinya berpeluang besar menjadi MOTM di laga final itu.
Dari statistik pertandingan, Ernando Ari berhasil mengamankan 7 tendangan Vietnam yang mengarah ke gawang.
Ernando Ari memang harus bekerja keras karena penguasaan bola Timnas Indonesia kalah dari Vietnam 45 persen berbanding 55 persen.
Didukung kerja keras Ernando Ari dkk dari jumlah kartu kuning yang diperoleh 23 berbanding 14.
Baca Juga: Hasil Live Skor Ipswich Town Lawan Leeds United, Tiga Poin Krusial Kalahkan Klub Degradasi
Hingga akhirnya satu kesalahan yang disebabkan tak beruntungnya Ernando Ari merontokkan gelar MOTM.
Hal itu terjadi saat babak adu penalti. Dari lima penendang pertama, Ernando Ari maupun kiper Vietnam sama sekali tak berhasil memblok bola.
Ernando Ari memang beberapa kali nyaris melakukan blok, namun sentuhannya tak maksimal sehingga bola tetap masuk ke gawang.
Dari lima penendang pertama Indonesia, aksi rekan-rekan Ernando Ari berhasil dengan sempurna. Mulai dari Dewangga, Arkhan, Kelly Sroyer hingga Ramadhan Sananta.
Berlanjut di penendang keenam, Ernando Ari ditunjuk untuk mengeksekusi tendangan penalti. Sayangnya tendangan pelan yang mengarah pelan ke sisi kiri gawang kiper Vietnam mampu diblok dengan sempurna.
Saat bertugas sebagai kiper yang berhadapan dengan penendang keenam Vietnam, Ernando Ari tak bisa berbuat banyak.
Berita Terkait
-
Statistik Gila Asnawi Mangkualam Ulangi Tekel Bintang MU Garnacho Plus Umpan Kunci
-
Melaju Putaran Kedua, Statistik Elkan Baggott dkk Bikin 16 Pelanggaran di Piala Liga Inggris
-
Kiper Junior Van Der Sar Kalahkan Didikan Shin Tae Yong di Timnas U-23 Raih Top Saves
-
Tonton Duel Kiper Terbaik Timnas, Shin Tae Yong Datangi Kandang PSIS Semarang Tentukan Siapa Nomor 1?
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Target IPO 2026 Tak Berubah Meski Awal Tahun Sepi di Pasar Modal
-
Dari Brebes hingga Sragen: Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun Dorong Ekonomi Jateng
-
Polisi Singapura Diduga Jadi Korban Pungli Oknum Pegawai Imigrasi Batam di Pelabuhan
-
Pusat Studi Kepolisian Unhas Siap Diluncurkan
-
BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon
-
Kayu Hanyutan Banjir di Aceh dan Sumut Dimanfaatkan Warga jadi Material Huntara
-
Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil
-
Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!
-
Berani Jebol Garis Polisi, Aktivis Geruduk Mabes Polri Desak Tangkap Bos Tambang Ilegal di Bolmong
-
Anak Rusuh di Pesawat, Cara Asuh Denise Chariesta dan Niken Havana Dikritik