SUARA SEMARANG - Eks pelatih fisik Timnas Indonesia memiliki karir cemerlang saat ini menangani Son Heung Min di Timnas Korea Selatan senior.
Pelatih Timnas Korea Selatan Jurgen Klinsmann kepincut dengan cara melatih yang diterapkan oleh mantan pelatih fisik Timnas Indonesia tersebut.
Memiliki pengalaman segudang, mantan pelatih fisik Timnas Indonesia itu juga dinilai telah meningkatkan kemampuan para pemain Indonesia di masanya.
Eks pelatih fisik Timnas Indonesia itu adalah Lee Jae Hoon yang akan bertanggung jawab atas kebugaran serta kemampuan tubuh para pemain di Timnas Korea Selatan.
Lee Jae Hoon sempat menjadi pelatih fisik Timnas Indonesia saat pelatih Shin Tae Yong baru datang. Lee Jae Hoon saat itu memiliki tugas berat karena kebiasaan makan dan olahraga para pemain Timnas Indonesia berbeda dengan di luar negeri.
Dikenal keras dan disiplin, pelatih Fisik Timnas Indonesia itu disebut pernah membuat para pemain muntah-muntah karena tak tahan dengan pola latihan yang diterapkan.
Meski demikian, dalam waktu singkat para pemain Timnas Indonesia merasakan dampak positif dilatih oleh Lee Jae Hoon.
Sebelum melatih Indonesia, Lee Jae Hoon sebenarnya sudah satu gerbong dengan Pelatih Shin Tae Yong saat menangani Timnas Korea Selatan di tahun 2016-2019.
Lee Jae Hoon kemudian menjadi pelatih fisik di klub FC Seoul. Di tahun terakhirnya itu ia bergabung dengan Shin tae Yong lagi untuk melatih Timnas Indonesia sebelum akhirnya memilih mundur di tahun 2021.
Baca Juga: Hitung-Hitungan Elkan Baggott Rebut Posisi Utama di Ipswich Town Sebelum Januari 2024
Selanjutnya ia menangani Timnas Korea Selatan U-20 dan kini bertanggung jawab atas kebugaran pemain sekelas Son Heung Min dkk di Timnas Korea Selatan.
Menangani para pemain bintang tentu bukan pekerjaan ringan bagi Lee Jae Hoon. Apalagi beberapa diantaranya bermain untuk klub-klub besar.
Son Heung Min yang merupakan kapten Timnas Korea Selatan bermain untuk klub Tottenham Hotspur, gelandang Kang In Lee di PSG, Hee Chan Hwang di Wolves dan Ui Jo Hwang di Norwich City.
Tak dilatih lagi oleh Lee Jae Hoon sebenarnya jadi kehilangan besar bagi Timnas Indonesia. Namun keputusannya saat itu sudah bulan untuk meninggalkan Timnas.***
Berita Terkait
-
Pelatih Ubah Gali Freitas Jadi Kaoru Mitoma PSIS Semarang Mantab Empat Besar
-
Inter Milan Rekrut Justin Hubner Strategi Erick Thohir Iming-Imingi Gabung Timnas Indonesia?
-
Bentrok RFC Liege, Marselino Ferdinan Jadi Gelandang Tumpuan di Dakota Arena
-
FIX, Eks Pelatih Timnas Wanita Korsel Gantikan Shin Tae Yong Satu Laga Krusial
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
-
4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
-
Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya
-
Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
-
Pernah Dipermalukan Timnas Indonesia, Curacao Cetak Sejarah Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
-
Hikayat Kadiroen: Mantri Polisi yang Memilih Antara Pangkat dan Rakyat
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
4 Shio yang Diramal Bernasib Baik pada Hari Ini 21 Juni 2026
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!