- Ekonomi RI kuartal II 2026 tumbuh 5,29%, lebih tinggi dari tahun lalu.
- Konsumsi rumah tangga dan belanja digital menjadi motor pertumbuhan.
- Investasi naik 7,14%, sektor hilirisasi tembus Rp152,7 triliun.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2025 yang sebesar 5,12%, menunjukkan daya tahan konsumsi masyarakat dan investasi masih menjadi penopang utama perekonomian nasional.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp3.576,2 triliun.
"Sehingga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2026 bila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29%," kata Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS, Selasa (5/8/2026).
Tak hanya meningkat secara tahunan, ekonomi Indonesia juga tumbuh 3,73% dibandingkan triwulan I 2026 (quarter to quarter/qoq). Dengan demikian, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi sepanjang semester I 2026 mencapai 5,45%.
Menurut Edy, laju pertumbuhan pada kuartal II mengikuti pola musiman yang terjadi setiap tahun, namun kali ini mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Secara year on year, ekonomi triwulan II 2026 tumbuh 5,29% dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan II 2025 yang tumbuh sebesar 5,12%," ujarnya.
BPS menilai konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi. Hal itu tercermin dari konsumsi per kapita kelompok restoran dan hotel yang melonjak 11,97% secara tahunan.
Selain itu, impor barang konsumsi meningkat 27,15%, sementara penjualan sepeda motor naik 6,62% dan penjualan mobil penumpang melesat 25,50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Aktivitas ekonomi digital juga terus menguat. Transaksi melalui e-retail dan marketplace tumbuh 35,13% secara tahunan. Penyaluran gaji ke-13 kepada aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan pensiunan pada periode tersebut juga memberikan dorongan terhadap konsumsi rumah tangga.
Baca Juga: OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
"Dari sisi domestik, kinerja perekonomian pada triwulan II 2026 terkait dengan beberapa peristiwa berikut. Yang pertama, konsumsi masyarakat terus tumbuh," kata Edy.
Dari sisi produksi, sektor manufaktur juga tetap menunjukkan ekspansi. Hal itu tercermin dari indikator kondisi bisnis manufaktur BI-KBM yang berada di level 52,31, Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia sebesar 51,43, serta rata-rata Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 52,74 sepanjang triwulan II 2026.
Di sisi investasi, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) tumbuh 7,14% secara tahunan. Sementara investasi pada sektor hilirisasi mencapai Rp152,7 triliun, meningkat 5,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Edy menambahkan, stabilitas ekonomi juga ditopang berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pengendalian inflasi, kebijakan suku bunga acuan, paket stimulus untuk mendorong konsumsi, hingga efisiensi belanja negara.
"Terakhir, kebijakan ekonomi seperti pengendalian inflasi, tingkat suku bunga acuan, paket stimulus untuk mendorong konsumsi, serta kebijakan efisiensi belanja negara turut mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama
-
Indeks CFX10 Naik Tipis, Harga Enthereum Merosot
-
Kemenkes soal Komentar Nakes ke Mendiang Yusrizal: Empati di Medsos Bagian dari Profesionalisme
-
5 Ampoule Korea Anti-Aging Bikin Kulit Kencang dan Awet Muda
-
Kejagung Siap Hadapi Praperadilan Febrie Adriansyah, Sebut Itu Hak Tersangka
-
Sunscreen untuk Melasma di Usia 40 Tahun, 4 Rekomendasi Ini Bantu Lindungi Kulit dari Flek Hitam
-
Pendapatan Negara di Lampung Tembus Rp6,19 Triliun di Semester I 2026
-
Dear Suporter Garuda! Rizky Ridho Kirim Pesan Tegas Usai Kekalahan Memalukan Indonesia
-
EDF Matikan Reaktor Nuklir Prancis Akibat Kekeringan Parah Sungai Meuse dan Moselle
-
Tangan Terikat dan Kaki Hilang, Pelaku Mutilasi Sadis di Depok Akhirnya Tertangkap!