- Yusrizal sempat menunggu selama delapan jam di instalasi gawat darurat rumah sakit sebelum meninggal dunia.
- Prof. Tjandra Yoga Aditama menyatakan pada Rabu (5/8/2026) bahwa kasus tersebut menunjukkan perlunya perbaikan tata kelola pelayanan.
- Unggahan mendiang Yusrizal yang viral memicu sorotan publik akibat dugaan komentar tidak berempati dari sejumlah tenaga kesehatan.
Suara.com - Polemik meninggalnya Yusrizal tak hanya memicu sorotan terhadap komentar sejumlah tenaga kesehatan di media sosial, tetapi juga kembali mengangkat persoalan pelayanan rumah sakit.
Sebelum meninggal dunia, Yusrizal diketahui sempat mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam di instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan ruang rawat inap.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menilai informasi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena dapat menggambarkan tantangan pelayanan kesehatan yang masih dihadapi di lapangan.
"Berita beredar yang menyebutkan pasien delapan jam belum mendapat ruang rawat juga perlu dapat perhatian khusus," kata Prof. Tjandra dalam pernyataannya, Rabu (5/8/2026).
Namun, menurutnya, informasi tersebut masih perlu dilihat secara utuh. Ia menyebut sedikitnya terdapat dua kemungkinan yang harus dibedakan.
"Pertama, (apakah) sudah mendapat penanganan kesehatan tapi belum mendapat ruang rawat, dan kedua barangkali belum mendapat penanganan memadai dan belum juga dapat ruang rawat," ujarnya.
Apa pun penyebabnya, ia menilai kondisi tersebut tetap memprihatinkan dan menunjukkan perlunya pembenahan tata kelola pelayanan rumah sakit.
Menurutnya, sistem pelayanan kesehatan harus mampu memastikan tidak ada pasien yang terlantar ketika membutuhkan perawatan.
"Perlu ada manajemen pelayanan kesehatan yang baik di negara kita agar jangan sampai ada pasien yang terlantar dalam pelayanan di rumah sakit," tegas Tjandra.
Baca Juga: Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia
Kasus Yusrizal belakangan menjadi perhatian publik setelah unggahannya mengenai lamanya menunggu ruang rawat di IGD kembali viral usai ia meninggal dunia.
Polemik semakin meluas setelah beredar tangkapan layar komentar sejumlah akun yang diduga milik dokter maupun tenaga kesehatan yang dinilai tidak berempati terhadap keluhan pasien tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin
-
Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade
-
Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi
-
Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP
-
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026
-
Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya
-
Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur