SUARA SEMARANG - Dokter Rahajeng Widyaswari, seorang kader perempuan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), menunjukkan kepeduliannya terhadap para seniman dan budayawan di Kabupaten Semarang.
Pada tanggal 3 September 2023, yang akrab disapa sebagai Ajeng, ia secara langsung memberikan bantuan kepada 19 seniman dan budayawan yang mengalami sakit dan tidak lagi mampu berkarya akibat usia yang telah lanjut.
Tindakan baik ini merupakan bentuk nyata dari perhatian dan kepedulian Ajeng terhadap nasib para pekerja seni dan budayawan yang sering terlupakan ketika mereka memasuki usia lanjut.
Bagi Ajeng, para seniman dan budayawan memerlukan penghargaan dan perhatian karena selama puluhan tahun mereka telah dengan penuh dedikasi mendedikasikan diri mereka untuk seni dan budaya di Kabupaten Semarang.
Dalam acara pemberian bantuan ini, drg. Rahajeng Widyaswari, putri sulung mendiang Tjahjo Kumolo, berbicara tentang pentingnya memberikan perhatian kepada para seniman dan budayawan yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan seni dan budaya di Kabupaten Semarang.
Acara tersebut diadakan di Lesehan Sumurup, Tuntang, Kabupaten Semarang, dan dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Agus Rujianto, serta Ketua Forum LKK Romo Pujianto dan anggota LKK dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.
"Ini adalah bentuk kecil perhatian dan kepedulian kami terhadap para seniman yang sudah memasuki usia lanjut dan menderita penyakit serius, tanpa dukungan finansial yang mencukupi," ucapnya.
Lanjutnya, perhatian terhadap seniman dan budayawan dilakukan melalui pemberian bantuan kepada mereka yang sedang sakit atau tidak lagi dapat berkarya karena usia yang sudah lanjut.
Dengan tindakan baik ini, Ajeng berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para seniman yang telah berdedikasi selama bertahun-tahun dalam memajukan seni dan budaya di Kabupaten Semarang.
Baca Juga: Bapenda Semarang Ajak Warga Ikut Program Diskon PBB 20% dan Dukung Pembangunan Daerah
"Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa pengabdian mereka dihargai dan dikenang, bahkan ketika usia dan kesehatan mereka tidak lagi mendukung untuk terus berkarya," tambahnya.
Berita Terkait
-
Si Semar Lembur di CFD, Urus Paspor Sembari Jalan-jalan
-
Bapenda Semarang Ajak Warga Ikut Program Diskon PBB 20% dan Dukung Pembangunan Daerah
-
Skuad Mentereng Selangor Kalahkan PSIS Semarang, Beda Rp 19,9 Miliar
-
Pelatih Ubah Gali Freitas Jadi Kaoru Mitoma PSIS Semarang Mantab Empat Besar
-
Plasthetic Clinic Semarang Klinik Kecantikan Pertama Miliki Layanan Bedah Plastik, Ditangani Langsung Dokter Spesialis Estetika Bedah Plastik
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba