SUARA SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang telah selesai menggelar Lomba Foto Taman Hasil Pembangunan Dispekim Kota Semarang.
Sejumlan nama pemenang Lomba Foto Taman Hasil Pembangunan Dispekim Kota Semarang didapatkan dan telah diumumkan pada 31 Agustus 2023.
Total ada 105 peserta lomba yang telang menyerahkan hasil foto sebanyak 315 jepretan berbagai taman yang dibangun Disperkim di pelosok Kota Semarang.
Lomba Foto Taman Hasil Pembangunan Dispekim Kota Semarang digelar secara umum sejak 15 Juli hingga 26 Agustus 2023. Kemudian dilakukan penjurian oleh tim profesional fotografi.
Penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Foto Taman dilakukan pada Selasa 12 September di Balaikota Semarang diserahkan langsung oleh Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
"Saya pengin bagaimana masyarakat ini handarbeni, masyarakat ini memiliki taman-taman yang telah dibangun Pemkot Semarang," kata Mbak Ita, sapaan walikota.
Mbak Ita menilai, dari hasil-hasil karya foto peserta lomba, tampak perkembangan taman-taman yang telah ada. Foto juga menggambarkan kondisi realitas sebenarnya.
"Dengan di foto-foto ini akan kelihatan mana-mana saja taman yang bagus, mana saja taman yang rusak," kata Mbak Ita, sapaan walikota.
Dari hasil foto para peserta lomba juga, Disperkim dan Pemkot Semarang ingin ada evaluasi tentang taman yang sudah dibuat.
Kepada masyarakat, Mbak Ita meminta masyarakat bisa berpartisipasi punya rasa ikut memilki, tidak hanya melihat menikmati tapi juga bisa merawat.
"Minimal juga memberitahu ada yang rusak pohonnya, mati pohonnya, atau mungkin catnya sudah mengelupas dan sebagainya," katanya.
"jadi kita harap dengan modal seperti ini, temen-temen dinas tergerak bagaimana membuat taman-taman jadi cantik lagi, apalagi ini sudah musim kemarau sudah 60 hari tidak ada hujan, ini dibutuhkan effort luar biasa agar taman-taman kota semarang ini juga akan bertambah cantik," kata Mbak Ita.
Plt Kepala Disperkim Yudi Wibowo melalui Sekertaris Disperkim Kota Semarang Murni Ediati menyampaikan lomba foto taman kota merupakan kegaiatan rutin sebagai ajang menghidupkan kreatifitas warga.
Lebih dari itu, pesan yang disampaikan dengan karya foto taman-taman, selain arti filosofi taman, masyarakat tergerak rasa memiliki.
"Tentunya punya konsep dan filosofi di dalam pembangunannya diharapkan masyarakat tidak hanya bisa menikmati tapi juga harus ikut menjaganya karena pemkot membangun taman juga untuk masyarakat jadi mari menjaganya kebersihan dan jangan merusak fasilitas ini," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?