SUARA SEMARANG - Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang resmi kukuhkan Prof Dr Pulung Nurtantio Andono ST MKom sebagai Guru Besar bidang Teknik Informatika.
Pengukuhan Prof Pulung sekaligus menobatkan Wakil Rektow IV Bidang Penelitian dan Kerja Sama Udinus itu, menjadi Guru Besar termuda pada bidang Teknik Informatika di Jawa Tengah (Jateng).
Di Indonesia sendiri, Tak banyak guru besar yang berkecimpung di bidang Teknik Informatika khususnya di bidang AI dan Udinus pun kini telah memilikinya.
Prof Pulung meraih gelar Guru Besar di usia yang masih muda yakni 41 tahun. Pengukuhan Profesor ke12 Udinus, dilakukan di MAC Ballroom di Majapahit Semarang, Senin 18 September 2024.
Ia dikukuhkan secara langsung oleh Ketua Senat Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MKom. Disaksikan juga oleh seluruh Guru besar Udinus dan juga Civitas Academica Udinus beserta tamu, satu diantaranya Direktur Kelembagaan Kemdikbud Ristek Dr Lukman ST MHum.
Prof Pulung melalui keahlian dan penelitiannya pada teknologi dasar untuk mendukung Industri 4.0 dan juga 5.0, yakni Artificial Intelligence (AI).
Pada penelitiannya, ia mengimplementasikan salah satu teknologi AI yaitu Computer Vision, terutama untuk pelestarian alam dan budaya.
Salah satu pelestarian alam telah diteliti oleh Prof Pulung yaitu memanfaatkan teknologi untuk mengukur kesehatan terumbu karang di perairan Indonesia.
“Saat ini, kecerdasan buatan telah menjadi fondasi teknologi dalam revolusi industri terutama dalam konteks pelestarian budaya dan alam," kata Prof Pulung, usai pengukuhan.
Penelitian pun telah ia lakukan melalui pemanfaatan computer vision dengan mengambil objek terumbu karang. Penelitian itu terus dikembangkan dan kini hasilnya telah disusun dalam penelitiannya.
"Dalam konteks pelestarian alam, teknologi computer vision menawarkan janji metode pemantauan keanekaragaman hayati yang lebih efektif,” kata Mas Prof Pulung, sapaannya.
Prof Pulung juga memanfaatkan teknologi digital yang terus berkembang, seperti teknologi tiga dimensi (3D), Virtual Reality (VR), dan Augmentation Reality (AR). Digitalisasi menjadi aspek utama dalam pelestarian budaya gamelan menggunakan kecerdasan buatan.
Dengan menggunakan teknik pengolahan gambar dan suara, kecerdasan buatan memungkinkan digitalisasi instrumen gamelan yang kini dikenal dengan EGamelanku. Perkembangan rutin dilakukan oleh Mas Prof Pulung dengan berbagai penelitiannya tentang AI.
E-Gamelanku yang semula dapat dimainkan menggunakan gadget, kini beralih memanfaatkan teknologi VR dan AR. Melalui teknologi tersebut, dapat digunakan untuk membawa pengguna ke dunia gamelan, memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan instrumen.
Bahkan, menciptakan musik mereka sendiri dalam lingkungan virtual yang mendidik dan menarik. Gamelan yang memanfaatkan teknologi tersebut yakni Gamelan Metaverse.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?
-
Hearts2Hearts Debut Jepang Lewat Iconic Heart: Semangat Tuk Ikuti Kata Hati
-
30 Kumpulan Gambar Ucapan Selamat Hari Pramuka 2026 Gratis, Desain Menarik untuk Medsos
-
4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar
-
KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas
-
Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik
-
Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA
-
Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir
-
Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI
-
Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat