- Tim forensik melakukan ekshumasi makam Sutrimo di TPU Bantaragung Banyumas pada Rabu 12 Agustus 2026.
- Pemeriksaan visual tidak menemukan tanda luka kekerasan, namun kondisi jenazah sudah memasuki tahap pembusukan lanjut.
- Petugas mengambil puluhan sampel tubuh dan tanah untuk dianalisis di laboratorium selama dua hingga tiga pekan.
Suara.com - Tim forensik tak hanya memeriksa jasad Sutrimo saat ekshumasi di TPU Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Rabu (12/8/2026). Tanah di sekitar makam ternyata juga diamati dan sampelnya diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses ekshumasi berlangsung sekitar tiga setengah jam. Tim gabungan melibatkan unsur Kedokteran Kepolisian, dokter forensik PDFMI Jaya, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Laboratorium Forensik Polri, serta sejumlah akademisi dan universitas.
Selain kondisi jasad, tim mengamati kondisi makam, termasuk ukuran, jenis, dan kontur tanah. Sampel tanah di sekitar makam turut diambil untuk dianalisis.
Sementara dari jasad Sutrimo, tim mengambil puluhan sampel dari berbagai bagian tubuh, mulai dari jaringan, organ dalam hingga swab. Seluruh sampel tersebut akan menjalani pemeriksaan laboratorium.
Ketua Persatuan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengatakan tim terlebih dahulu memastikan identitas jenazah dengan mencocokkan ciri fisik dengan data antemortem yang diberikan keluarga.
Salah satu ciri yang menjadi penanda adalah jempol kaki kiri Sutrimo yang tidak ada. Tim juga menemukan bekas luka pada bahu kanan yang sesuai dengan informasi dari keluarga.
"Setelah proses ekshumasi, bongkar kubur, lalu kita periksa luar, kita bisa identifikasi kalau data atau ciri jenazah yang kita periksa adalah almarhum Sutrimo," jelasnya.
Tak Ada Tanda Luka Kekerasan
Setelah identitas dipastikan, pemeriksaan berlanjut pada kondisi luar dan bagian dalam tubuh.
Baca Juga: Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
Ketua Tim Dokter Forensik, Ahmad Yudianto, mengatakan secara visual tidak ditemukan tanda luka yang mengarah pada kekerasan benda tumpul maupun senjata tajam.
"Kita melakukan pemeriksaan dari secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang diakibatkan oleh kekerasan benda tumpul maupun senjata tajam," ungkap Yudi dalam konferensi pers di Mapolresta Banyumas.
Namun, temuan tersebut belum bisa menjawab penyebab kematian Sutrimo.
Pasalnya, jenazah telah dimakamkan sejak 23 Juli 2026 atau hampir tiga pekan. Dalam pemeriksaan forensik, kondisi tersebut telah memasuki tahap pembusukan lanjut sehingga perubahan pada tubuh tidak lagi mudah dibaca hanya melalui pemeriksaan visual.
Karena itu, tim membawa puluhan sampel untuk diperiksa lebih lanjut melalui histopatologi, toksikologi, dan DNA.
Histopatologi digunakan untuk melihat perubahan pada jaringan tubuh secara mikroskopis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik
-
Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA
-
Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir
-
Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI
-
Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat
-
Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto
-
Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih
-
5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas
-
Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko
-
Bocoran HP Agustus 2026: Ada yang Punya Kamera Robot