SUARA SEMARANG - Jeonnam Dragons baru saja menjalani pertandingan panas di K-League 2, dan seorang pemain kunci, Asnawi Mangkualam, kembali menjadi pusat perhatian.
Kali ini, kehebohan tak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di pinggirannya. Pelatih Jeonnam Dragons harus mengakui bahwa karakter permainan Asnawi Mangkualam begitu kuat dan makin terlihat jelas saat berhadapan dengan Kyungnam FC.
Asnawi Mangkualam dikenal dengan permainannya yang lugas dan tanpa pandang bulu. Ia menjadi momok yang menakutkan bagi lawan-lawannya, bahkan hingga wasit pun terus menandainya.
Namun, apa yang terjadi pada pertandingan terbaru membuat pelatih Jeonnam Dragons geram pada keputusan wasit.
Pada pertandingan melawan Kyungnam FC, Asnawi Mangkualam tampil sangat baik seperti biasa.
Aksi-aksi spartannya membuat lawan-lawannya keteteran dan membuat wasit terus waspada.
Namun, dalam babak kedua, ketika pertandingan masih berjalan sengit dengan skor 1-1, Asnawi mendapatkan kartu kuning kedua akibat pelanggaran yang tergolong biasa.
Wasit kemudian mengusirnya dari lapangan, membuat Jeonnam Dragons hanya bermain dengan 10 pemain.
Pelanggaran kedua yang dianggap kontroversial oleh banyak pihak karena seharusnya masih bisa mendapatkan peringatan sekali lagi.
Pelatih Jeonnam Dragons sangat tidak puas dengan keputusan wasit yang dinilai tidak adil. Terutama karena pertandingan ini adalah sebagai tim tamu, membuat keputusan wasit menjadi sorotan.
Meskipun harus bermain dengan jumlah pemain yang kurang, Jeonnam Dragons tidak mengendorkan serangan mereka.
Bahkan, mereka mampu memenangkan pertandingan dengan skor 3-2 melawan Kyungnam FC, yang merupakan hasil yang sangat positif.
Kemenangan ini membuat Jeonnam semakin mendekati peringkat kelima hanya dengan selisih empat poin.
Sebagai informasi, peringkat pertama di K-League 2 akan langsung promosi ke K-League 1, sedangkan peringkat 2 hingga 5 akan mengikuti play-off untuk mendapatkan tiket promosi.
Meskipun ada kontroversi di lapangan, Asnawi Mangkualam dan Jeonnam Dragons tetap tampil kuat dan berusaha meraih tujuan mereka menuju K-League 1.
Berita Terkait
-
Pelatih Jeonnam Dragons Akui Asnawi Mangkualam Karakternya Kuat, Meskipun Kena Kartu Merah Saat Kontra Kyungnam FC
-
Melissa Vargas, Zehra Gunes, Ebrar Karakurt, Siapa yang Mendominasi Poin Bawa Turki dalam Kualifikasi Bola Voli Putri FIVB Road to Paris 2024?
-
Viral di Shorts dan SnackVideo! Asnawi Mangkualam Dipukul Shin Tae Yong hingga Dijewer dan Dirangkul, Ternyata Karena Hal Ini
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Smart Band untuk Apa? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Smartwatch
-
Apakah 15 Mei 2026 Cuti Bersama? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun