/
Sabtu, 30 September 2023 | 00:57 WIB
Proses penyepuhan lempengan pelat besi dan baja untuk menjadi cangkul proyek di Bengkel Pande Besi UMKM UD Arum Sari binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Senin 25 September 2023 (Diaz Abidin/Suara Semarang)

Pelatihan yang demikian disebutnya akan memberikan keteguhan pada para perajin bila menekmukan keraguan menjalani usaha.

“Istilahnya perajin kana da keraguan kalau ada begi begini, dengan pembinaan basic mentality rekan rekan sedikit demi sedikit bisa mengatasi,” katanya.

Potret cangkul merah putih dengan standar SNI dipajang di toko yang terletak di muka desa (sumber: Suara Semarang/Diaz Abidin)

Buah dari ketekunan Supriyanto, pada 2021 dia dipercaya oleh Kemenperin dan Kemenkop dan UMKM menjadi salah satu yang bertanggungjawab dalam audit sertifikasi (SNI) Cangkul Merah Putih.

Program ini disebut sebagai gerakan melokalisasi cangkul buatan dalam negeri. Pertarungannya jelas untuk melawan gempuran impor alat pertanian dari luar negeri seperti China ataupun Malaysia.

Selain itu tentu untuk menjaga UMKM sebagai soko guru perekonomian di Indonesia.

Beragam alat-alat pertanian dan perkebunan hingga lain-lain dipajang di toko milikinya yang berada di sisi gapura masuk desa sebagai ikon wilayah tersebut (sumber: Suara Semarang/Diaz Abidin)

Kini pasar produk dari UMKM Pande Besi UD Arum Sari makin berkembang dengan bermacam inovasi membuat alat pertanian, perkebunan, dan proyek.

Khusus untuk cangkul saja mungkin belasan hingga puluhan desain, belum sabit, parang, dodos sawit, cetakan batako dan lain-lain. Produknya juga sudah menyeberang hingga Kalimantan, seperti alat dodos sawit.

“Kemarin ada pesanan ke Kalimantan, misal pesanan dari Astra Agro Lestari. Kalai di Kalimantan itu kabarnya banyak produk dari Malaysia. Kita Alhamdulillah bisa masuk ke sana,” kata dia.***

Kontributor: Diaz Abidin

Baca Juga: Nyala Tungku UMKM Pande Besi, Cangkul Merah Putih SNI untuk Ketahanan Pangan Negeri

Load More