SUARA SEMARANG - Musim kemarau yang berkepanjangan tak menyurutkan Kota Semarang sebagai pionir dalam produktivitas ketahanan pangan. Salah satunya dengan penen melon yang dilakukan Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu 4 Oktober 2023 di Kebun Buah Argo Purwosari Kecamatan Mijen.
Panen melon kali ini begitu istimewa, sebab cuaca yang panas menjadikan buah berwarna kuning ini tampak segar dan ukuran besar. Kota Semarang pun berhasil mewujudkan ketahanan pangan yang terus berkelanjutan.
Mbak Ita sapaan walikota menyebut panen melon di Kota Semarang merupakan semangat para warga dalam program ayo nandur selama menghadapi musim kemarau atau dampak El Nino.
Menanam melon juga merupakan buah yang mudah untuk dibudidaya. Banyak dicari orang serta tanah di Kota Semarang cocok ditanami.
"Melon semakin (cuaca) panas, semakin bagus hasilnya. Buahnya mlenuk-mlenuk, gede-gede, warnanya cerah," kata Mbak Ita.
Mbak Ita mengungkapkan, hasil panen melon yang tergolong istimewa ini telah didukung dengan modernisasi cara bercocok tanam. Bukan ditanam di lahan terbuka tapi memanfaatkan teknik green house.
"Pakai green house ini hasilnya lenih bagus bisa dikontrol dari pupuk hingga hama maka hasilnya sangat memuaskan," katanya.
Argo Purwosari merupakan lahan perkebunan milik pemkot dengan banyak aneka jenis tanaman yang menjadi demplot bagi masyarakat.
Di sini juga hasil panen buah-buahan dan sayur mayur yang melimpah bisa dibeli oleh masyarakat umum.
"Silakan dibeli harga miring dan bayar pakai cashless non tunai. Ini juga arahan kebijakan pak Presiden Jokowi penggunaan digitalisasi," katanya.
Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, panen melon di Agro Purwosari ini merupakan upaya menggelorakan semangat ayo nandur.
Selain itu, pihaknya ingin membranding bahwa Semarang juga merupakan daerah potensial penghasil melon. Iklim panas Semarang sangat cocok untuk penanaman buah seperti melon dan semangka.
Penanamannya pun tidak harus di lahan tertutup namun juga di hidroponik, tanah biasa, tabulapot, atau media lainnya.
"Kita ingin branding Semarang sebagai salah satu wilayah penghasil melon. Budi daya melon memang agak rumit, butuh telaten, dan sabar. Penyerbukan juga dengan campur tangan manusia, tapi jika perawatan kita ikuti SOP (standar operasional prosedur-red), itu bisa," katanya.
Dia menyebut, ada berbagai program untuk mendorong masyarakat tergerak untuk melakukan penanaman dan mengonsumsi sayur dan buah, antata lain program Bank Tani, Mbak Ita Mezem, Gemes Bun (Gerakan Makan Sayur dan Buah Nusantara).
"Kami ingin masyarakat mencintai produk-produk sendiri. Sayur dan buah lokal tidak kalah dengan sayur dan buah import," ujarnya.
Terlebih, sambung Hernowo, masyarakat saat ini sudah banyak yang melaksanakan urban farming. Sehingga, sayur dan buah di Kota Semarang stoknya melimpah.
"Kami juga ingin masyarakat bisa termotivasi membeli produk dalam negeri, termasuk produk buah dan sayur, sehingga ketahanan panagan terlaksana baik," katanya.***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?