SUARA SEMARANG - Pos Indonesia mulai melakukan pendistribusian bantuan stunting tahap 2 di Jawa Tengah untuk sekitar 355.551 keluarga risiko stunting (KRS). Setiap KRS aman menerima ayam utuh seberat 0,9 sampai 1,1 kg dan satu tray telur berisi 10 butir selama tiga bulan.
Seremonial pendistribusian bantuan stunting di Jawa Tengah dimulai di Kantor Pos Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/10/2023). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun, Senior Vice President (SVP) Enterprise Business Pos Indonesia Arifin Muchlis, beserta jajaran Pos Indonesia lainnya.
Raut muka bahagia tampak terlihat dari masyarakat yang menerima bantuan tersebut. Di Kecamatan Karanganyar, tercatat terdapat 1.053 KRS dari 12 desa yang akan menerima bantuan ayam dan telur. Total KRS di Kabupaten Karanganyar diproyeksikan sebanyak 9.919 paket. Selain Kabupaten Karanganyar, ada 34 kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah yang bakal mendapat bantuan pengentasan stunting.
"Hari ini kami mulai melakukan distribusi BPPS (bantuan pangan pengentasan stunting) tahap dua di Kecamatan Karanganyar. Total terdapat 1.053 KRS yang akan menerima bantuan berupa satu ekor ayam dan 1 tray telur selama tiga bulan," kata Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga memastikan distribusi bantuan stunting berjalan lancar tanpa kendala. KRS melakukan pengambilan paket bantuan di Kantor Pos sesuai jadwal yang telah ditentukan. Bantuan juga diberikan sesuai dengan nama dan alamat yang tertera (by name by address).
"Penerima bantuan terlebih dahulu di screening oleh petugas Pos. Dengan begitu, penerima bantuan tersebut adalah mereka yang berhak sesuai dengan data yang dikeluarkan BKKBN," jelas dia.
Menurut dia, Pos Indonesia dipercaya untuk mendistribusikan BPPS tahap dua kepada jutaan KPM di Indonesia. Sebelumnya, Pos Indonesia telah sukses melakukan pendistribusian bantuan pangan tahap pertama hingga 100 persen. Selanjutnya, Pos juga melakukan distribusi pangan tahap dua dan tiga.
Menurut Senior Vice President Enterprise Business Pos Indonesia Arifin Muchlis, Pos Indonesia telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar pendistribusian lancar dan diterima langsung oleh yang berhak.
"Total ada 15.315 sumber daya manusia dan 6.410 sarana yang terlibat pada pendistribusian bantuan pangan pengentasan stunting ini. SDM dan sarana tersebut tersebar di tujuh provinsi, memastikan agar bantuan ini sampai kepada penerimanya," kata dia.
Baca Juga: Hadir di Semarang, Logistic Day Pos Indonesia Perkenalkan Transformasi Bisnis Kurir dan Logistik
Menurut dia, pendistribusian bantuan pangan di monitoring secara real time. Pendistribusian jumlah paket hingga KPM akan terdeteksi secara berkala hingga tingkat kelurahan. Pos Indonesia, lanjut dia, berkomitmen penuh mendistribusikan bantuan ini sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Diketahui, jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Indonesia yang direncanakan menerima bantuan pemerintah tersebut berjumlah 1.446.089 KRS. Berada di tujuh provinsi, yaitu Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.
Program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah pangan bagi warga dengan risiko stunting, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga KRS di Indonesia. Bantuan telur dan ayam ini adalah bagian dari program cadangan pangan pemerintah (CPP) tahun 2023.
Program ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka mengentaskan penduduk rawan pangan dan stunting. Setiap KPM akan menerima daging ayam dalam bentuk karkas utuh seberat 0,9 sampai 1,1 kg dan satu tray telur berisi 10 butir. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor
-
3 Cushion Terbaik yang Murah dan Tahan Lama, Jadikan Kulit Cerah Natural
-
Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028
-
Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme
-
Kenapa Istirahat Laki-laki Dianggap Kebutuhan, Tapi Bagi Perempuan Itu Kemewahan?
-
Susul Jejak Sandrinna Michelle, Ibu Ungkap Richelle Skornicki Sudah Sebulan Minggat dari Rumah
-
Mafia Proyek Dapur MBG Gentayangan di Jabar, Duit Rp1,9 Miliar Melayang
-
Borneo FC Gagal Juara, Fabio Lefundes Tetap Bangga Pecahkan Rekor Super League
-
Pesan Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Nakal: Jangan Lawan, Video Saja!
-
Dugaan Rasisme dan Diskriminasi Seleksi Paskibraka, Begini Respons Pemprov Sulsel