- Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika sebagai saksi kasus perintangan penyidikan korupsi minyak goreng.
- Pemeriksaan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, di kantor Kejaksaan Agung dengan didampingi oleh kuasa hukum Haris Azhar.
- Sebelumnya, petugas telah menyita dokumen dan bukti elektronik dari kantor serta kediaman Yeka pada Maret 2026 lalu.
Suara.com - Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kejaksaan Agung memeriksa anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika.
Yeka Hendra Fatika diperiksa terkait dugaan tindak pidana perintangan penyidikan (obstruction of justice) korupsi minyak goreng.
Dari informasi yang diterima Suara.com, Yeka datang memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung sekitar pukul 10.55 WIB. Saat kehadirannya, Yeka didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar.
“Iya benar (dilakukan pemeriksaan kepada Yeka hari ini),” ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Syarief menjelaskan, pemeriksaan Yeka dilakukan dalam kapasitas Yeka sebagai saksi. Namun pemeriksaan terhadap anggota Ombudsman itu baru dilakukan pertama kali.
“Betul (baru pertama kali), kasusnya yang Migor itu,” kata Syarief.
Sebelumnya, salam perkara perintangan penyidikan dugaan korupsi ekspor CPO, penyidik telah melakukan penggeledahan di dua lokasi, pada (9/3/2026) lalu.
Penggeledahan tersebut berlangsung di Kantor Ombudsman, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel).
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut bahwa lokasi kedua penggeledahan di daerah Cibubur, Jakarta Timur, yang merupakan rumah anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika.
Baca Juga: 'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
Sejumlah barang bukti berupa dokumen serta bukti elektronik lainnya ikut disita oleh petugas saat dari dua lokasi tersebut.
"Ada dokumen sama barang bukti elektronik disita," kata Syarief, Selasa (10/3/2026) lalu.
Berita Terkait
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!
-
Siap-siap! BPKP dan Kejagung Bidik 10 Perusahaan Sawit Usai Purbaya Lapor ke Prabowo
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Presiden Prabowo Disebut Minta Febrie Adriansyah Ditangkap, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!
-
Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?
-
Benarkah Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri? Ini Jawaban Komisi III DPR
-
Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti
-
Sudah Jadi Tersangka, Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK
-
Gus Lilur Minta Prabowo Segera Rukunkan Polri-Kejaksaan: Jangan Biarkan Beradu
-
Geger Isu Teror di Kantor BGN, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Garansi Harga BBM Rakyat Kecil Tak Naik, Prabowo Sentil Pengusaha Pakai Lamborghini
-
Prabowo Didesak Turun Tangan, Cegah Konflik Polri-Kejaksaan Makin Melebar: TNI Jangan Ikut Campur
-
Nama Febrie Terseret Isu Korupsi, Habiburokhman: Jika Bukti Kuat Harus Diproses