SUARA SEMARANG – Sebanyak 28 SD/SMP di kota Semarang terlibat dalam program kepala sekolah innovator yang digagas oleh tanono foundation.
Training Spesialist Tanoto Foundation, Sasmoyo Hermawan mengatakan, program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, seiring dengan penerapan kurikulum merdeka oleh pemerintah.
“Dalam program ini ada tiga pilihan program yakni perpustakaan hibrida, project penguatan profil pelajar Pancasila (P5), dan penerapan pembelajaran terdiferensiasi,” ungkap Sasmoyo
Sasmoyo mengatakan, program ini diharapkan bisa mendukung kepala sekolah untuk berinovasi sesuai dengan tujuan kurikulum merdeka.
Program ini sendiri telah dimulai pendaftarannya sejak bulan februari lalu dan diimplementasikan hingga bulan oktober ini.
“Harapannya setelah adanya program ini, kepala sekolah dan guru nantinya terbiasa untuk berinovasi secara mandiri,” ujarnya
Sementara itu Ubkor kurikulum SD, Dinas pendidikan kota Semarang, Agus Sutrisno mengatakan, program kepala sekolah Inovator ini disambut baik pelaku pendidikan di kota Semarang.
Menurutnya program ini membantu kepala sekolah dan guru untuk lebih memahami penerapan kurikulum merdeka.
“tingkat kepahamanan sekolah yang ikut program ini terhadap kurikulum merdeka menjadi lebih intens, dibandingkan yang belum mengikuti program ini,” ujarnya
Baca Juga: Melonjak, Warga Terinfeksi Cacar Monyet di Jakarta Per Hari Ini Capai 13 Kasus
Salah satu sekolah yang ikut dalam program Tanoto Foundation ini diantaranya SD Negeri 02 Sendangmulyo, kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Sekolah ini menerapkan program Calon penampungan untuk menurunkan kasus perundungan yang ada di sekolah tersebut.
Kepala SD Negeri 02 Sendangmulyo, Dasimah mengatakan, galon ini dibuat sebagai saranan untuk siswa dalam memberikan catatan terkait kasus perundungan yang dialami, atau sebagai pelaku perundungan.
Ia mencatat, tingkat keamanan di sekolahnya yang menurun dari 82,7 persen di tahun 2022, menjadi 80,68 persen di 2023.
“Masing – masing kelas berbeda – beda catatannya, bukan hanya tentang kasus yang dialami, tetapi juga catatan siswa sebagau pelaku perundungan juga ada,” ungkapnya
Pihaknya juga membuat program aku peduli, empati dan kasih sayang (AKU PEKA), yang diharapkan siswa – siswi nantiny menjadi duta anti perundungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya
-
Spesifikasi Oppo Pad Mini: Pesaing iPad Mini dengan Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM 12 GB
-
7 Rekomendasi Lipstik yang Awet dan Tidak Membuat Bibir Hitam, Nyaman Dipakai Seharian
-
Perdana Tayang, Film Michael Raup 39,5 Juta Dolar di Box Office Domestik
-
Fan Meeting Kim Seon Ho di Jakarta Berlangsung Meriah, Challenge Kasih Paham Bos Bikin Heboh
-
Siapa Pengurus Daycare Little Aresha? Pendidikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Disorot
-
Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan
-
5 Rahasia Cuko Pempek Palembang yang Kini Hitam, Kental dan Pedas Nendang
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Harga Emas di Pegadaian 26 April 2026, Cek di Sini