Semenjak Anies Baswedan lengser sebagai Gubernur DKI Jakarta, program rumah DP 0 Rupiah kini bukan lagi prioritas. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) lebih memilih menganggarkan program lain dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2023.
Kepala DPRKP DKI, Sarjoko mengungkapkan, pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2023.
Namun pihaknya lebih memilih memprogramkan pembangunan rumah susun bagi
warga yang terdampak normalisasi Sungai Ciliwung sebagai pengganti Rumah DP 0 Rupiah yang merupakan janji kampanye Anies Baswedan ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu.
"Pagu indikatif anggaran Rp 1,2 triliun bukan untuk pembangunan hunian DP Rp 0," katanya Sarjoko.
Untuk pembangunan rumah sewa (Rusunawa), salah satunya akan dibangun di Jalan Margasatwa, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Anggaran yang akan digunakan untuk proyek hunian ini Rp 544 miliar.
"Kebutuhan anggaran, kebetulan perencanaannya menggunakan konsep green building, dengan besaran biaya Rp 544 miliar," jelasnya.
Pembangunan Rusunawa ini, Sarjoko mengatakan, adalah proyek multiyears atau tahun jamak menggunakan APBD 2023-2024. Hasilnya nanti, akan ada tiga bangunan dengan total 675 unit hunian yang dibangun di dalam hunian ini.
"Rencana akan kita bangun dengan skema multiyears program (tahun jamak) pada 2023-2024 dengan tiga tower atau sekitar 675 unit," ungkap Sarjoko.
"Pengalokasian (anggaran) pada 2023 sebesar Rp 217 miliar dan pada tahun 2024 (sebesar) Rp 326 miliar,” lanjutnya.
Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, 12 RT di Pela Mampang Terendam Banjir
Ada juga program lain dari alokasi total anggaran Rp 1,2 triliun, seperti pembebasan lahan, penyusunan rancang bangun rinci (detail engineering design /DED) dan lain-lain.
Tag
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Beredar Perbandingan Foto Bundaran HI saat Era Anies dengan Heru, Benarkah?
-
Sudah Usung Anies tapi Hasil Survei Masih Anjlok, NasDem Tetap Santai: Ada Banyak Jalan ke Roma
-
Anies Baswedan 'Take It Easy' Saja dengan Orang-orang yang Berseberangan, Bakal Marah Kalau..
-
Begini Ide Ridwan Kamil untuk Kampanye yang bikin Ibu-Ibu Nyoblos Anies Baswedan
-
3 Alasan PKS tunjuk Ahmad Heryawan sebagai Bakal Cawapres Anies Baswedan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Puji Kiprah Persib di Kompetisi Asia, AFC Siapkan Sanksi Berat untuk Maung Bandung
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
Ribuan Orang Sudah Manfaatkan Program Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta, Ini Syaratnya!
-
Real Madrid Tak Terima Vinicius Jadi Korban Rasisme, Pemain Muda Mereka Malah Hina Orang China
-
Berapa Selisih Harga Burgman dan Satria? Tengok Banderol Motor Suzuki Terbaru
-
Hujan 3 Hari Bali Belum Usai: Daerah Mana yang Diprediksi BMKG Bakal Terendam Lagi?
-
10 Ide Menu Buka Puasa Sederhana, Hemat dan Praktis untuk Keluarga di Rumah
-
Apakah Alumni LPDP Harus Kembali ke Indonesia? Pahami Aturannya!
-
Link Pendaftaran Jawara Mudik Gratis Lebaran 2026 untuk Warga Banten
-
Pasar Murah Digelar di Kampar dan Pekanbaru, Berikut 5 Titik Lokasinya