Suara.com - Partai NasDem mengalami penurunan elektabilitas. Kini, menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas Partai NasDem berada di angka 3,9 persen.
Meskipun telah mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden dalam Pilpres 2024, tampaknya NasDem tidak mengalami kenaikan elektabilitas. Bahkan menurut hasil survei tersebut, NasDem tidak lolos batas parlemen, yaitu 4 persen.
Terkait anjloknya survei elektabilitas partainya, Ketua DPP NasDem Willy Aditya menanggapi hal tersebut dengan santai.
Menurut Willy, jika ditilik dari rekam jejak NasDem, sejak dua Pemilu terdahulu survei elektabilitas NasDem sebelum Pemilu selalu berada di bawah ambang batas.
"Sebelum Pemilu 2014, survei NasDem bahkan cuma 1 persen paling tinggi 1,9 persen. Sebelum Pemilu 2019, NasDem juga sama 3 persen," kata Willy seperti dikutip melalui acara Apa Kabar Indonesia Pagi yang tayang di kanal YouTube tvOneNews pada Kamis (3/11/22).
Namun, dalam hasil Pemilu NasDem pasti mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
"Papan bawah lah di dalam survei, tapi di dalam hasil Pemilu kemudian bisa melakukan lompatan," lanjut Willy.
Dalam dialognya, Willy lantas menyinggung soal coattail effect yang ada di NasDem. Menurutnya, coattail effect pada Pemilu 2014 dan 2019 hanya ada sekitar 1,2 persen.
"Kalau belajar dari dua Pemilu 2014 dan 2019, coattail effect kepada NasDem itu dari capres cuma 1,2%. Artinya kami mencoba mencari alternatif lain. Ada banyak jalan ke Roma," tutur Willy.
Baca Juga: Anies Bakal ke Istana Maimun Medan Besok, Ketemu Mahasiswa hingga Tokoh Agama
NasDem Memanggil
Dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Willy juga menerangkan soal NasDem Memanggil yang baru-baru saja dibuka.
"Kami baru saja me-launching NasDem Memanggil. Itu open recruitment untuk anggota legislatif di semua tingkatan," terang Willy.
Willy menyebutkan jika cara-cara yang dilakukan oleh NasDem pasti berbeda dengan PDI Perjuangan dan Golkar yang merupakan partai besar.
"Ini beda sama PDI Perjuangan dan Golkar yang sudah punya cucu bahkan cicit. NasDem ini anaknya aja kadang-kadang masih anak pungut," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Anies Bakal ke Istana Maimun Medan Besok, Ketemu Mahasiswa hingga Tokoh Agama
-
CEK FAKTA: Lima Ribu Kader NasDem Mengundurkan Diri hingga Bakar Atribut Partai Massal, Benarkah?
-
Sambut Positif Soal Rencana Pertemuan Puan dengan Zulhas, Viva Yoga: PAN Punya Kesamaan dengan PDIP
-
CEK FAKTA: Benarkah Survei Elektabilitas Anies Baswedan Naik 120 Persen, Kalahkan Ganjar dan Prabowo?
-
Sudah Didukung Jokowi, Abu Janda Bicara Kode Duet Prabowo - Ganjar Bakal Menang di Pilpres
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu