Sosok ibu muda Nikita Willy mengaku sangat berhati-hati dalam membesarkan anak pertamanya, Issa Xander Djokosoetono, atau akrab disapa Baby Izz. Selain tidak menyewa jasa pengasuh bayi yang tengah berusia 7 bulan itu, Nikita juga enggan memberi tontonan gadget untuk buah hatinya itu.
"jadi itu, sama dokter emang dilarang ngasih gedget sejak dini seumuran Issa sekarang," ungkap Nikita Willy dikutip dari channel YouTube resmi Nikita Willy, Senin (14/11/2022).
Berdasarkan saran dari dokter, Nikita Willy menyadari bahwa ketika bayi diberikan tontonan melalui perangkat gadget, sang anak hanya akan fokus pada layar. Maka ada risiko pada bayi dan menjadi malas untuk mengeksplorasi hal-hal lain di sekitarnya.
"Dia akan malas mau ngapa-ngapain, jadi malas belajar merangkak, dia akan malas belajar mengunyah makanan, atau dia akan malas belajar mengeskplor hal-hal baru yang seharusnya diumur segitu udah belajar," terang Niki.
Oleh sebab itu, Nikita Willy selalu menghindari gadget dari Issa, apalagi kalau sudah waktunya makan. Istri Indra Priawan itu sudah terbiasa dengan anaknya yang duduk di kursinya hanya berkonsentrasi pada makanan.
Tak hanya membuat Baby Izz mengenal setiap makanan yang sedang disantapnya, tapi
juga melatih kesadaran anaknya untuk mengonsumsi makanan atas kemauannya sendiri.
"Jadi kalau bisa zero distruction", tambahnya.
Namun demikian, Niki dan Indra pernah membiarkan Baby Izz menonton TV bersama mereka. Selain itu, program telah dipilih yang sesuai dengan daya tangkap dan pendengaran bayi mereka.
"Jadi kalo kita sudah ngapa-ngapain, kita lagi ngumpul-ngumpul, bermain di ruang keluarga, kita pernah memberikan dia waktu untuk nonton TV. Hanya aja dia nggak begitu tertarik, kayak cuma satu, dua menit dia fokus ke TV, habis itu dia sibuk sendiri," katanya.
Baca Juga: Tren Pembiayaan Otomotif di 2022 Bergeser dari Motor ke Mobil
"Dan kita juga perlu memberi tontonan yang pas untuk anak. Aku berusaha sebisa mungkin untuk memberikan yang musiknya nggak terlalu membingungkan, tidak terlalu heboh, atau memberikan tontonan yang warnanya terlalu heboh, supaya section-nya dia juga tetep bagus," pungkas Niki.
Tag
Berita Terkait
-
Denise Chariesta Bakal Bongkar Rahasia Pelindung Asmaranya dengan RD
-
Nikita Willy Ogah Kasih Gadget ke Baby Izz, Emang Kenapa?
-
Jalani Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan, Nikita Mirzani: Lucu Aja
-
Gawat! Ruben Kembali Bongkar Taman Pendidikan Sarwendah, Ada Apa?
-
Pengusaha Emas ini Minta Diantarkan 5 Unit Mobil Esemka ke Kantornya Kalau Memang Wujud Barangnya Ada
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
BRI Cepu Gelar Program SERU: Setor Tunai Rp20 Juta Via CRM, Langsung dapat Minyak Goreng Gratis!
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Horor di Tol Kaligawe: 6 Debt Collector Brutal Ditangkap Usai Coba Rampas Mobil Berisi 5 Wanita!
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini 26 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
-
Soal Dana Hibah Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Siap Diaudit BPK