Produksi beras di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sejak Januari -Oktober 2022 surplus 166.095 ton, dan kelebihan tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan 13 bulan kedepan.
Pelaksana Data Statistik Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Supardi di Lebak, Rabu, menyatakan produksi beras Januari - Oktober tahun 2023 sebanyak 289.843 ton dari kebutuhan konsumsi penduduk di daerah ini sekitar 1,3 juta jiwa.
Kebutuhan konsumsi beras untuk warga Kabupaten Lebak per tahun rata-rata 148.497 ton dan per bulan 12.375 ton.
Dengan demikian, kata dia, penyerapan kebutuhan beras sampai Oktober 2022 sebanyak 123.748 ton, sehingga surplus 166.095 ton.
Menurut dia, selama ini, produksi beras hasil petani Kabupaten Lebak juga memberikan kontribusi terhadap kedaulatan pangan nasional karena mampu memasok ke Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang dan Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur.
Selain itu juga menyumbangkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanggulangan kebencanaan.
Kebanyakan produksi beras itu jenis beras medium fari hasil panen padi sawah dengan tiga kali musim tanam dengan memanfaatkan jaringan irigasi dan pompa untuk menyedot air permukaan.
"Kami minta petani agar dapat melaksanakan indeks penanaman (IP) empat kali musim tanam guna meningkatkan produksi pangan," kata Supardi.
Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Ruhyana mengatakan sejak tiga pekan terakhir di sini mulai memasuki musim panen seluas 250 hektare dan mampu menyumbangkan ketersediaan pangan dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di daerah itu.
Sebagian besar hasil panen padi yang anggotanya sebanyak 350 orang itu, ditampung oleh kelompok tersebut karena dinilai cukup menguntungkan secara ekonomi bagi petani dibanding dengan dijual ke tengkulak.
Kelompok tani itu, kata dia, nantinya mengelola usaha hasil panen padi dijadikan produksi beras.
"Jika petani itu bisa menghasilkan rata-rata produksi beras lima ton/hektare dengan harga Rp8.000/kg maka diakumulasikan menghasilkan Rp40 juta dan dipotong 30 persen atau Rp12 juta oleh kelompok yang membiayai produksi, sehingga petani bisa meraup keuntungan Rp28 juta/hektare," kata Ruhyana.
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Meriah! Kris Dayanti Ungkap Pernikahan Azriel dan Sarah Menzel Bakal Libatkan 3 Budaya
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
BBKSDA Riau Halau 11 Gajah yang Masuk Pemukiman, Rusak Kebun Semangka
-
Jokowi Akan Sambangi Sejumlah Daerah, Pengamat Soroti Strategi Politik Jangka Panjang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Diramaikan Sandiaga Uno, Ajang Lari 5K di Senayan Kampanye 10 Ribu Langkah Per Hari
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata