/
Senin, 21 November 2022 | 01:02 WIB
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto. (Pixabay)

Investasi aset kripto Bitcoin diperkirakan akan hancur setelah FTX, yang merupakan mata uang kripto 10 terbesar di dunia, dinyatakan bangkrut atas tuduhan manajemen yang tidak profesional.

Seorang pengamat yang juga investor Bitcoin, Peter Schiff, bahkan memperkirakan jika Crypto Winter akan menjadi jauh lebih baik karena kemungkinan penurunan nilai Bitcoin bukanlah sebuah isu isapan jempol belaka.

"Fenomena ini bukanlah Crypto Winter. Ini adalah kepunahan kripto," kata Schiff melalui akun Twitternya, yang di-tweet pada pertengahan November lalu.

Kebangkrutan FTX lah yang santer disebut-sebut sebagai faktor utama dalam mendestabilisasi atau menggoyahkan pasar kripto ke titik di mana kepercayaan pasar terhadap aset ini melemah.

Secara kumulatif, harga bitcoin telah turun lebih dari 50% selama tahun 2022 jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

Namun begitu, Schiff memprediksi bahwa penurunan ini tidak akan berhenti dan harga bitcoin akan mencapai nol di masa depan. Prediksi yang sama juga pernah dia singgung ketika harga Bitcoin sekitar $50.000 pada tahun 2021.

Sebelum FTX bangkrut, serangkaian peristiwa sebelumnya disalahkan atas jatuhnya nilai aset kripto secara keseluruhan seperti klaim jatuhnya Terra LUNA yang turun lebih dari 99% pada modal hingga gagal bayar Three Arrows Capital.

Selama tahun 2022, setidaknya ada tiga peristiwa yang mengguncang pasar kripto. Yang pertama terjadi pada pertengahan tahun ini ketika cryptocurrency atau mata uang kripto Terra Luna yang nyaris anjlok 100%.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar: Kontroversi Mulai Bermunculan, Ini Biangnya

Load More