/
Selasa, 22 November 2022 | 16:39 WIB
Daryono/Twitter

Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bisa berulang setiap 20 tahun. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengatakan gempa Cianjur sebelumnya adalah terjadi pada tahun 2000, sebelum itu juga pada tahun 1982. Oleh karena itulah, rumah warga yang nantinya akan dibangun kembali harus tahan gempa.

“Jadi, antara 18 sampai 22 tahun, rata-rata 20 tahun. Jadi jika bangunan yang runtuh dilokasi zona merah, maka perlu dilakukan pemetaan zona tidak aman,” ujar Dwikorita di Pendopo Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022).

Dia juga mengatakan bahwa penduduk yang terkena dampak gempa perlu dipindahkan dari daerah atau zona yang tidak aman jika memungkinkan terjadinya siklus gempa 20 tahunan itu untuk mencegah adanya korban akibat gempa bumi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (sumber: Suara.com/Novian)

Dwikorita juga mendorong otoritas dari petugas kebencanaan untuk mengantisipasi terkait kerusakan permukiman yang ditemukan di lereng bukit atau tepi sungai. Karena menurutnya, ada risiko material rumah yang rusak hanyut terbawa aliran sungai atau longsor.

“Kami khawatir bencana berikutnya banjir bandang, biasanya setelah material itu kena gempa, teronggok pada aliran sungai, dan musim hujan yang puncaknya pada Desember,” jelas Dwikorita.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar rekonstruksi atau membangun kembali rumah yang rusak harus memperhatikan dan mengingat potensi multi bencana yang akan terjadi, agar bisa mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

"Jadi tidak hanya mengatasi gempa bumi, tapi juga rawan terhadap bencana lain. Kami siap mendukung dengan memberikan informasi zona aman," ujarnya. 

tim SAR gabungan evakuasi korban tertimbun longsor akibat gempa di Cugenang, Kabupaten Cianjur (sumber: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc)

Diketahui sebelumnya, telah terjadi gempa bumi dengan magitudo 5,6 SR di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11). Gempa dangkal tersebut dipicu oleh adanya aktivitas sesar aktif

Baca Juga: Rapat Dadakan di Lokasi Pengungsian, Jokowi Instruksikan Buka Akses Daerah Terisolasi Akibat Gempa Cianjur

Menurut BMKG, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas di Sesar Cimandiri, namun ahli geologi dari BRIN dan Badan Geologi mengatakan, adanya sesar misterius yang belum terpetakan yang menjadi sumber petaka atas bencana gempa yang mematikan tersebut.

Load More