Sekait dengan klaim ninik mamak dibawah naungan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) memenangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024. Sebagian publik masih pesimistis, adapun Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya hanya tersenyum mendengarnya.
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan, kalau tidak bertemu tetua adat di Minangkabau, sama halnya tidak mencicip randang dan gulai cubadak.
"Sebenarnya esensi dari pertemuan Anies Baswedan dengan ninik mamak maupun bundo kanduang sudah kaji manurun," ucap Willy Aditya, Minggu (4/12/2022).
Artinya, sambung Willy, memang sudah keharusan bersilaturahmi, didatangi sehingga terjalin hubungan itu.
"Datang tampak muko, pulang tampak pungguang (datang dan pergi hendaklah memberitahu-red). Di sini itu sudah jelas bagian kearifan lokal, dan kemudian menunjukan Anies sosok yang beradat," cakap Willy Aditya.
Kunjungan Anies Baswedan di hari kedua di Sumatera Barat, tepatnya di Padang dengan menemui ninik mamak dan bundo kanduang, salah satu satu bagian dari diskusi, bagian dari silaturahmi, sambung Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditiya.
"Ya, tidak hanya simbol-simbol semata, yang paling penting ada substansinya, yakni apakah kita beradab atau beradat, itu intinya dan sedang berlangsung hari ini," ungkapnya.
"Pertemuan dengan tetua adat dari saran dan harapan yang mereka sampaikan kepada Anies Baswedan, bisa menjadi ayat-ayat bait-bait penuntun bagi Anies Baswedan itu sendiri," ungkapnya.
DPP Partai NasDem yakin Anies Baswedan memiliki tempat di Sumatera Barat. Bahkan Willy Aditya juga merasakan hal yang sama secara prinsip.
"Insya Allah, Anies Baswedan di Sumatera Barat menang besar," ungkap Willy.
Walau dari rasa keyakinan kata Willy lagi, "Kita kembalikan kepada rakyat atau urang awak. Istilahnya marapulai rancak, awak ka baralek gadang".
Ia berharap semoga di Pilpres 2024, "Ranah Minang baralek gadang, Marapulainya Anies Baswedan," tutupnya.
Sementara itu Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar membeberkan alasan kenapa Niniak Mamak dan Bundo Kanduang di ranah minang sepakat untuk memenangkan Anies di Pilpres 2024.
"Yang jelas sekali (Anies) tokoh yang sederhana, agamais dan pembela perempuan serta kesejahteraan demokrasi," katanya.
Sambung Fauzi Bahar lagi, "Dalam hal ini, orang minang akan saling berkata antara niniak mamak dan perantau untuk memenangkan Anies di Pilpres nantinya".
Seperti di awal, bahwa niniak mamak di Sumatera Barat berjanji, 75 persen suara masyarakat Sumbar milik Anies Baswedan di Pilpres 2024. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana