/
Senin, 05 Desember 2022 | 23:35 WIB
Presiden Joko Widodo Jokowi meninjau rumah tahan gempa cianjur (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung meninjau progres pembangunan rumah tahan gempa di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (5/12/2022).

Presiden Jokowi mengatakan bahwa 200 rumah tahan gempa akan dibangun di satu lokasi untuk warga yang terkena dampak gempa Cianjur.

“Ya, ini adalah lokasi untuk relokasi yang pertama. Disini segera dibangun 200 rumah, contohnya sudah ada yang rumah anti gempa," kata Presiden dalam keterangannya.

Selain lokasi tersebut, kata Presiden, pemerintah juga bersiap membangun 1.600 rumah serupa di tempat lain. Relokasi pemukiman ini diprioritaskan bagi warga yang rumahnya berada di daerah episentrum gempa, khususnya di Kecamatan Cugenang.

"Lokasi-lokasi (rumah) yang berada di senternya gempa, utamanya di Cigeunang, itu akan dipindahkan kesini dan ke lokasi yang kedua tadi," sambung Jokowi.

Sementara itu, rumah warga yang tidak direlokasi akan diberikan bantuan sebesar tingkat kerusakan yang akan disesuaikan, Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang, Rp 10 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan.

Untuk rumah yang rusak parah, Presiden mengatakan ada yang dipindahkan, ada yang dibangun kembali di tempat semula korban itu tinggal.

“Yang rusak berat itu ada yang direlokasi, ada yang tidak. Kalau tempatnya berbahaya, berada digaris patahan, garis sesarnya, itu yang dipindah. kalau yang tidak dibangun di tempat yang sama," imbuh Jokowi.

Presiden Joko Widodo Jokowi meninjau rumah tahan gempa cianjur (sumber: Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sementara itu, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Ivan Suprijanto menyatakan, rumah tersebut akan dibangun di lahan seluas 2,5 hektare, dengan teknologi rumah tahan gempa atau Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Setiap rumah bertipe 36 dan akan dibangun di atas lahan seluas 75 meter persegi.

Baca Juga: Indonesian Idol Season 12 Siap Digelar dan Punya 11 Juri

“Kami telah memulai pembangunan ini 10 hari setelah bencana terjadi. Setelah lahan ini dinyatakan clear and clean berdasarkan justifikasi teknis dari Badan Geologi, kemudian BMKG, kemudian secara tata ruang sesuai dengan Rencana Tata Ruang peruntukannya untuk kawasan perumahan dan justifikasi Kementerian PUPR kemungkinan untuk membangun di lokasi ini," terang Ivan. 

Dari 200 unit pertama dilokasi tahap satu yang akan dibangun ini, Iwan menargetkan 80 unit pertama akan selesai pada akhir Desember 2022. Kemudian 120 unit sisanya akan diselesaikan paling lambat minggu ketiga Januari 2023, agar semua rumah bisa ditempati akhir januari 2023.

“Syukur alhamdulillah, selain lahannya juga relatif mudah. datar, kemudian juga tersedia jaringan air minum, tinggal di-tap  sambungan rumah tangga. Jaringan listrik juga tersedia, sudah kami koordinasikan untuk ditarik ke lokasi ini  akhir Januari juga benar-benar sudah lokasi yang siap huni," katanya.

Load More