/
Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:54 WIB
Erina Gudono, Calon Istri Kaesang Pangarep. (Instagram/@erinagudono)

Rangkaian dari prosesi pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono telah berlangsung sejak kemarin, Kamis (8/12/2022). Adapun diketahui acara tersebut dimulai dari semaan Al-Quran dan pengajian.

Hari ini, Jumat (9/12/2022), Kaesang Pangarep dan Erina Gudono juga melaksanakan prosesi siraman di kediaman masing-masing calon mempelai.

Dikabarkan juga bahwa Kaesang Pangarep dan Erina melakukan siraman menggunakan 7 sumber mata air berbeda.

Tak jauh beda dengan Kaesang Pangarep, Prosesi siraman Erina Gudono menggunakan 7 sumber mata air yang diambil dari beberapa tempat yang berbeda.

"Kalau sesungguhnya untuk siraman manten bisa dari satu sumber. Namun untuk masyarakat jawa biasanya menggunakan 7 sumber," kata budayawan Jawa, Faisal Noor Singgih, mengutip tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi TVOne, Jumat (9/12/2022). 

Lebih lanjut, Faisal Noor Singgih menjelaskan, tujuh dalam khazanah budaya Jawa memiliki arti tersendiri. Sehingga yang diinginkan dari sumber-sumber yang terpilih itu akan memberikan aura tersendiri kepada calon mempelai saat siraman.

"Kalau dalam khazanah Jawa, 7 itu pitu, bisa berarti pertolongan" ujarnya.

prosesi siraman (sumber: Suara.com/Ari Welianto)

Adapun ketujuh asal sumber mata air tersebut antara lain:

- Masjid Panepen Kraton Yogyakarta
- Pura Pakualaman
- Pura Mangkunegaran
- Kediaman Presiden Jokowi di Solo
- Kediaman Ibu Gudono alias orangtua Erina Gudono
- Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta
- Tanah suci alias air zam zam

Baca Juga: Billy Syahputra Curhat Diselingkuhi Mantan Pacar, Benarkah Amanda Manopo?


Selain hal tersebut, prosesi siraman Erina Gudono juga dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Gusti Putri Pakualaman.

Prosesi siraman ini mengandung harapan bahwa kedua mempelai pengantin, Erina Gudono dan Kaesang Pangarep agar selalu dalam sifat kautaman atau kebaikan.

Kemudian, ada pula cengkir ijo sejodo yang diikat serabut memiliki makna bahwa air kelapa muda hijau merupakan lambang cinta yang tulus antara kedua mempelai. Kemudian, serabut yang mengikat pada cengkir itu diibaratkan lambang ikatan cinta mereka.

Menurut budayawan Jawa, prosesi siraman di tempat mempelai wanita biasanya dilakukan oleh para wanita dan ayah kandung. Selain itu, proses siraman ini juga tidak boleh dilakukan oleh orang yang sudah bercerai dan harus berjumlah ganjil.

Load More