Suara.serang.com - Bayang-bayang resesi ekonomi 2023 juga menghantui penyedia alat berat konstruksi PT Intraco Penta Tbk (INTA). Walau demikian emiten optimis, bisa mendapat pasar di tahun mendatang.
Hal itu kata Direktur Utama INTA, Petrus Halim kepada jurnalis, tempo hari. Alat berat dapat meningkat penjualan karena di tahun 2023 sektor perkebunan, pertambangan dan pengerjaan infrastruktur masih berlangsung.
Pihaknya pun telah memproyeksikan terkait penjualan, "Tahun 2023 masih akan prospektif kendati ada bayangan resesi," kata Petrus Halim dalam keterangannya.
Bukan saja terhadap penjualan alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) memastikan kinerja bisnis sinergi dan berkelanjutan dan terawat.
Menurut catatan PT Intraco Penta Tbk (INTA), perseroan sukses melakukan restrukturisasi pinjaman di tahun 2022, dan menuntaskan pinjaman/fasilitas kredit Perseroan dan Anak Usahanya, yaitu PT Intraco Penta Wahana (IPW), PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS), dan PT Columbia Chrome Indonesia (CCI) terhadap Bank Mandiri.
Misi INTA di tahun depan dalam bayangan resesi ekonomi dengan mengoptimalisasi pertumbuhan kinerja Perseroan Salah satu kuncinya dengan memaksimalkan jual beli alat berat, termasuk suku cadang di berbagai jaringan distribusi yang tersebar di wilayah Indonesia.
Selain INTA, PT Intan Baru Prana Tbk dan PT Intan Baruprana Finance Tbk. (IBFN) juga melakukan hal yang sama. Mengubah gaya perusahaan menjadi distributor alat pengakut komersial. Bahkan melayani purna jual truk atau kendaraan komersial merek TATA untuk wilayah Kalimantan Timur.
Sejak awal Januari sampai September 2022, perseroan ini berhasil mencatat pendapatan 12,01 persen atau Rp 497,16 miliar, kalau membandingkan pendapatan selama 2021, yakni dengan besaran pendapatan Rp 443,78 miliar (YoY).
Kemudian INTA juga mencatat total aset sebesar Rp 2,38 triliun, atau turun 2,4 persen di tahun 2022, kalau membandingkan sejumlah aset 2021 yakni Rp 2,44 triliun.
Baca Juga: Kutukan Golden Ball Piala Dunia Hantui Messi dan Mbappe, Sejarah Membuktikan!
INTA juga masih mencatat rugi bersih komprehensif sampai Kuartal III/2022 sebesar Rp 99,56 miliar. Artinya, di tahun 2023 dengan situasi ketidakpastian ekonomi, PT Intraco Penta Tbk (INTA) grup emiten optimis bisa mengendalikan pasar. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan