/
Minggu, 18 Desember 2022 | 17:08 WIB
Pengaruh resesi 2023 terhadap jual beli alat berat. (Ilustrasi/Canva Premium/Serang.Suara.com)

Suara.serang.com - Bayang-bayang resesi ekonomi 2023 juga menghantui penyedia alat berat konstruksi PT Intraco Penta Tbk (INTA). Walau demikian emiten optimis, bisa mendapat pasar di tahun mendatang.

Hal itu kata Direktur Utama INTA, Petrus Halim kepada jurnalis, tempo hari. Alat berat dapat meningkat penjualan karena di tahun 2023 sektor perkebunan, pertambangan dan pengerjaan infrastruktur masih berlangsung.

Pihaknya pun telah memproyeksikan terkait penjualan, "Tahun 2023 masih akan prospektif kendati ada bayangan resesi," kata Petrus Halim dalam keterangannya.

Bukan saja terhadap penjualan alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) memastikan kinerja bisnis sinergi dan berkelanjutan dan terawat.

Menurut catatan PT Intraco Penta Tbk (INTA), perseroan sukses melakukan restrukturisasi pinjaman di tahun 2022, dan menuntaskan pinjaman/fasilitas kredit Perseroan dan Anak Usahanya, yaitu PT Intraco Penta Wahana (IPW), PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS), dan PT Columbia Chrome Indonesia (CCI) terhadap Bank Mandiri.

Misi INTA di tahun depan dalam bayangan resesi ekonomi dengan mengoptimalisasi pertumbuhan kinerja Perseroan Salah satu kuncinya dengan memaksimalkan jual beli alat berat, termasuk suku cadang di berbagai jaringan distribusi  yang tersebar di wilayah Indonesia.

Selain INTA, PT Intan Baru Prana Tbk dan PT Intan Baruprana Finance Tbk. (IBFN) juga melakukan hal yang sama. Mengubah gaya perusahaan menjadi distributor alat pengakut komersial. Bahkan melayani purna jual truk atau kendaraan komersial merek TATA untuk wilayah Kalimantan Timur.

Sejak awal Januari sampai September 2022, perseroan ini berhasil mencatat pendapatan 12,01 persen atau Rp 497,16 miliar, kalau membandingkan pendapatan selama 2021, yakni dengan besaran pendapatan Rp 443,78 miliar (YoY).

Kemudian INTA juga mencatat total aset sebesar Rp 2,38 triliun, atau turun 2,4 persen di tahun 2022, kalau membandingkan sejumlah aset 2021 yakni Rp 2,44 triliun.

Baca Juga: Kutukan Golden Ball Piala Dunia Hantui Messi dan Mbappe, Sejarah Membuktikan!

INTA juga masih mencatat rugi bersih komprehensif sampai Kuartal III/2022 sebesar Rp 99,56 miliar. Artinya, di tahun 2023 dengan situasi ketidakpastian ekonomi, PT Intraco Penta Tbk (INTA) grup emiten optimis bisa mengendalikan pasar. [*]

Load More