/
Selasa, 13 Desember 2022 | 12:27 WIB
MUFG Bank Executive Officer Country Head of Indonesia Kazushige Nakajima, didampingi Tim dan Habitat for Humanity Indonesia meninjau peserta Pelatihan Literasi Keuangan di Desa Kedung Dalem, Mauk. (SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) Bank bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Habitat for Humanity Indonesia memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu yang berpenghasilan rendah di desa Kedung Dalem, Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (10/12/2022). Bantuan yang diberikan MUFG berupa perbaikan 4 warung kecil bagi 4 Kepala Keluarga serta memberikan pelatihan literasi keuangan kepada 100 orang warga.

MUFG Executive Officer Country Head of Indonesia Kazushige Nakajima bersama tim, Perwakilan dari Habitat, Abraham Tulung, selaku GM Habitat for Humanity Indonesia, memberikan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan warga yang disaksikan oleh Kepala Dusun Kedung Dalem, Marsaid.

Program tersebut dibuka dengan memberikan pelatihan literasi keuangan kepada 100 orang warga tepat setelah acara peresmian dilakukan, sedangkan perbaikan warung akan dimulai keesokan harinya hingga empat bulan ke depan yakni Maret 2023.

Pada kesempatan tersebut, Kazushige Nakajima menyampaikan bentuk dukungan yang diberikan MUFG saat ini sebagai bentuk keberlanjutan untuk menciptakan kehidupan masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi.

"Pada 2021 di desa Kedung Dalam bersama Habitat, kami telah mendukung untuk mendirikan rumah dan menyediakan akses ke air bersih. Hari ini, beberapa aktivitas akan dilakukan seperti renovasi warung dan pelatihan literasi keuangan keluarga," ujar Kazushige Nakajima kepada warga desa Kedung Dalam, Mauk, Kab. Tangerang, Sabtu (10/12). 

MUFG Bank Executive Officer Country Head of Indonesia Kazushige Nakajima, didampingi Tim dan Habitat for Humanity Indonesia Abraham Tulung menyapa salah satu peserta pelatihan literasi keuangan. (sumber: SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Ia juga berharap dengan diadakannya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat berdampak positif bagi pembangunan desa serta terhadap para penerima manfaat.

Salah seorang warga yang mengikuti pelatihan literasi keuangan, Sartiah (27) merasakan langsung manfaat setelah mendapatkan pengetahuan dari pelatihan tersebut. Ia mengaku belum pernah memiliki rekening perbankan, bahkan ia hanya menabung atau menyimpan uangnya kepada orang lain, yang kemudian bisa ia ambil setelah setahun menabung seperti pada momentum hari lebaran atau saat membeli kebutuhan sekolah anak.

"Tadi tuh dikasi tau masalah pengeluaran, penghasilan suami, istri, gitu-gitu aja sih. paham sih. Sebelumnya belum bikin rekening sih, paling nabung biasa di orang, narok. Sistemnya pertahun, kalo mau lebaran diambil gitu, ga ada sih ga ada bunga, uangnya utuh. Kalo sekarang  paling ikut nabung disekolah, buat anak sekolah, emang nabung buat perlengkapan sekolah sih, engga buat apa-apa gitu," ungkap Sartiah saat mengantre hendak membuat rekening bank swasta yang telah disediakan di lokasi kegiatan.

"Kita harus nabung buat dana darurat, trus kita nabung buat belajar, misalnya penghasilan segini, pengeluarannya berapa gitu tadi," sambungnya.

Baca Juga: Tekan Pemanasan Global, Telkom Optimalkan Berbagai Program Ramah Lingkungan Sepanjang 2022


General Manajer Habitat for Humanity Indonesia, Abraham Tulung dalam sambutannya mengatakan bahwa organisasinya sudah ada di Mauk, Kabupaten Tangerang sejak 10 tahun lalu. Habitat for Indonesia kata Abraham, juga telah membangun dan merenovasi lebih dari 1000 rumah serta 160 toilet umum dan individual di daerah Mauk.

"Jadi, bukan hal yang baru bagi kami disini, dan pandemi 2019 akhir itu memang sudah mengganggu banyak seluruh dunia termasuk di Mauk juga, banyak usaha-usaha terganggu, dan kesejahteraan sosial masyarakat juga terganggu. Dan kami terus terang bersyukur sekali dengan adanya MUFG bank, Karena MUFG Bank melakukan sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang beda, yang mana mereka membuat atau merenovasi warung dari ibu-ibu untuk bisa lebih berjualan lebih baik," Kata Abraham.

MUFG Bank Executive Officer Country Head of Indonesia Kazushige Nakajima, didampingi Tim dan Habitat for Humanity Indonesia berbincang bersama pemilik warung penerima manfaat Program Renovasi Warung. (sumber: SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Selain itu, Abraham juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh MUFG Bank dianggap benar-benar telah menjalankan prinsip dasar negara Indonesia yakni yang tertuang dalam sila ke-5 pancasila.

"Mereka di indonesia bener-bener menjalankan apa yang ditulis di pancasila, jadi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu dilakukan oleh MFUG, dengan cara apa, membangun tadi 4 warung yang tentunya diharapkan nanti sukses dan berhasil. Dan juga memberikan pelatihan. Pelatihan yang diberikan itu pelatihan yang dibutuhkan ibu-ibu, untuk mengatur keuangan keluarga supaya bisa ngatur, kan kalau uang itu ada uang masuk uang keluar, nah itu harus diatur, kalo engga  ibu-ibu belanja terus, nah kan ibu-ibu mesti nabung, untuk masa tua, nah itu yang dilakukan oleh MUFG," ungkap Abraham.

Seperti yang terlihat di lapangan, masyarakat Desa Kedung Dalam bukan hanya buruh tani atau buruh lepas, tapi juga penduduk yang didominasi oleh pedagang kecil. Namun, kondisi warung warga masih banyak yang kondisinya memprihatinkan.

Struktur yang rapuh dan atap yang bocor sering merendam kios dan barang dagangan. Juga, tidak ada etalase atau ventilasi. Kios menjadi pengap, gelap dan dihinggapi lalat.

"Sekarang udah engga mindah-mindahin kompor lagi kalo hujan, karena rumahnya udah dibagusin," kata Nuke (26) pemilik warung kecil penerima manfaat Program Renovasi Warung di Desa Kedung Dalam.

MUFG Bank Executive Officer Country Head of Indonesia Kazushige Nakajima, didampingi Tim dan Habitat for Humanity Indonesia berbincang bersama pemilik warung penerima manfaat Program Renovasi Warung. (sumber: SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Ia juga mengatakan jika nanti sudah dilakukan renovasi dan bantuan untuk warung kecilnya, ia telah membayangkan akan jenis dagangan yang akan dijualnya nanti.

"Ya paling jajan-jajanan, gorengan, es, mie gitu," ujarnya.

Kemudian, saat ditanya kira berapa pendapatan per hari saat ini, Nuke mengatakan tergantung jenis dagangan yang ia jual dengan modal yang terbatas.

"Kadang mah Rp 150.000 yah klo lagi rame, kadang Rp 200.000 tergantung jualan yang kita jual juga sih, kan modalnya masih terbatas pak," bebernya. 

Menurutnya, warga memang membutuhkan kemudahan saat datang ke toko, karena warga atau masyarakat tidak hanya belanja di warung, tetapi juga bertemu dan bercakap-cakap.


Untuk diketahui, program bantuan MUFG di desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kab. Tangerang akan terus digalakkan karena masih banyak keluarga yang belum sejahtera.

Hal itu terlihat dari masih banyaknya keluarga yang belum memiliki tempat tinggal yang layak, pola hidup bersih dan sehat, serta pengetahuan yang baik tentang pengelolaan bisnis dan keuangan. 

Kehadiran MUFG melalui Habitat merupakan wujud komitmen untuk terus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

Load More