/
Rabu, 21 Desember 2022 | 18:16 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual (Ilustrasi/Teraskabar/Canva)

Upaya menuntaskan kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen terhadap mahasiswi Universitas Andalas atau Unand di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Pihak Universitas Andalas menonaktifkan oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual saat terjadi beberapa bulan lalu tahun 2022.

Melansir situs Teraskabar.com, Rabu (21//12/2022) melaporkan bahwa oknum dosen yang diduga melecehkan mahasiswi yang kasusnya mengapung medio Oktober 2022 dinonaktifkan.

Bahkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unand sedang menyelidiki, dengan mengumpulkan barang bukti. Investigasi tersebut dengan mendahulukan pembelaan terhadap mahasiswa terduga korban pelecehan seksual oleh dosen berinisial KC.

Masih menurut laporan Teraskabar.com, bahwa pihak Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat akan menuntaskan kasus pelecehan seksual yang menyeret perguruan tinggi terbesar di Indonesia itu.

Darurat kekerasan seksual lingkungan kampus (sumber: SS/ukmphp_unand/Instagram)

Menurut data laporan Ketua Satgas PPKS Unand, Rika Susanti, kalau pihaknya sedang menangani kasus tersebut.

Sebelum penonaktifan oknum dosen terduga pelaku pelecehan seksual oleh Kampus Unand. Satgas PPKS Universitas Andalas telah memeriksa di Oktober 2022.

Rika Susanti melanjutkan, bahwa penanganan termasuk penyelidikan kasus tindak pidana secara hukum itu, Satgas merujuk atas Persekjen Nomor 17 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Permendikbud No 30 tahun 2021, terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu Satgas PPKS Unand memberikan pendampingan terhadap mahasiswi nonaktif yang merupakan terduga korban pelecehan seksual.

Baca Juga: Cerita First Impression Anastasya Kosasih dengan Gofar Hilman yang bikin 'bengong'

"Pihak kampus Unand Padang bakal menuntaskan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut, untuk keberlangsungan pendidikan korban," ucap Ketua Satgas PPKS Unand Rika Susanti. [*]

Load More