KPK memanggil Wakil Ketua DPRD Papua Yunus Wonda asal Fraksi Partai Demokrat. Yunus malah tiru gaya Lukas Enembe ketika komisi pemberantasan korupsi itu memanggil Lukas yang menjerat dirinya.
"Informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan (Yunus Wonda) tidak hadir," kata Kepala Bidang Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Selasa (17/1/2023).
Wakil Ketua DPRD Papua dari Fraksi Partai Demokrat Yunus Wonda dalam ikhwal pemanggilan oleh KPK sebagai saksi semata.
Akan tetapi wakil rakyat papua di parlemen tersebut malah absen atau ogah penuhi panggilan penyidik, yang akan diperiksa penyidik KPK.
"Ia harusnya hadir dalam pemeriksaan terkait Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe di Jaksel," ungkap Ali Fikri.
Walau absen, tetap lembaga anti rasuah itu akan memberi surat panggilan kepada Yunus Wonda. Sebab, posisi Yunus yang merupakan kader Partai Demokrat itu adalah saksi terkait kasus Lukas Enembe.
"Akan kami panggil ulang," ujar Ali.
Sebelumnya penyidik KPK bersama anggota Polri menjemput Lukas Enembe di Papua, Selasa (10/1/2023) setelah, gubernur papua non-aktif itu ditetapkan KPK sebagai tersangka suap, September 2022.
Setiba di Jakarta, Enembe kemudian dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Di Sindir Pansos Kunjungi Rumah Mewah Tiko, Nathalie Holscher Bawa Banyak Wartawan
Gubernur Papua non-aktif itu harus menjalani pemeriksaan kesehatan. "Ia dua hari menginap di rumah sakit, lalu kami bawa ke Gedung Merah Putih KPK," ungkap Ali, mengutip laporan sebelumnya, Kamis (12/1/2023).
Pada kasus yang menjerat Lukas Enembe, KPK menyelidiki kasus dugaan suap Rp 1 miliar dari Rijatono Lakka selaku Direktur PT TBP.
Upaya itu dari keterangan data KPK, sekait dengan mega proyek pembangunan di Papua senilai Rp 41 miliar.
Dari hasil penyelidikan itu, KPK menemukan aliran dana masuk ke Lukas Enembe senilai Rp 10 miliar sebagai bagian dari rencana tiga pembangunan besar di Papua yang menyerap dana APBD Provinsi Papua. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Debut Impresif di Piala Dunia 2026, Luis Diaz: Saya Mewujudkan Mimpi Masa Kecil
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Mandalika Kembali Jadi Panggung MotoGP 2026, Indonesia Incar Efek Besar Pariwisata