/
Minggu, 22 Januari 2023 | 23:03 WIB
Warga keturunan Tionghoa dari Jabodetabek mendatangi Vihara Boen Tek Bio untuk beribadah pada peringatan Tahun Baru Imlek 2023, Tangerang, Banten, Minggu (21/1/2023). (SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Lalu para pengabdi penguasa itu jatuh cinta pada gadis-gadis yang ikut terdampar dalam rombongan. Kesembilan gadis itu pun akhirnya mereka kawini. Rombongan yang terdampar itu pun mendapat sebidang tanah di daerah kampung Teluk Naga.


Kibasan asap dari hio-hio yang terbakar di Klenteng Boen Tek Bio itu perlahan mengalun ke udara. Malam pun semakin larut. Seperti larutnya doa-doa umat yang dipanjatkan kepada para dewa yang dipuja.

Warga keturunan Tionghoa dari Jabodetabek mendatangi Vihara Boen Tek Bio untuk beribadah pada peringatan Tahun Baru Imlek 2023, Tangerang, Banten, Minggu (21/1/2023). (sumber: SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Konon menurut cerita orang dulu, kepulan asap yang membumbung tinggi dari hio-hio itu dapat memberi petunjuk tentang doa yang diterima secara langsung atau tidaknya dari para pendoa yang membakarnya.


Sebagai informasi, sejak tahun 2011, Klenteng Boen Tek Bio ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Walikota Tangerang. Penobatan itu diberikan karena Vihara itu merupakan Klenteng tertua yang pernah didirikan di Tangerang.

Warga keturunan Tionghoa dari Jabodetabek mendatangi Vihara Boen Tek Bio untuk beribadah pada peringatan Tahun Baru Imlek 2023, Tangerang, Banten, Minggu (21/1/2023). (sumber: SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Load More