Swedia kini dalam sorotan sejumlah negara di dunia, karena membiarkan Rasmus Paludan melakukan aksi protes dengan pembakaran Alquran di depan kedutaan luar negeri Turki, Stockholm.
Gelombang reaksi muncul dari negara Pakistan, dengan tegas mengecam bahwa tindakan tersebut adalah ketakutan.
Kemudian menuding bahwa tindakn tersebut sebagai 'Islamofobia' yang tidak masuk akal. Bukan itu saja Pakistan menilai bahwa tindakan Rasmus Paludan telah melukai 1,5 miliar muslim di dunia.
"Itu tindakan yang tidak masuk dalam kebebasan berekspresi, tindakan seperti itu telah menghasut orang untuk melakukan kekerasan," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan melalui keterangan persnya.
Sementara itu negara Mesir juga mengecam, bahwa pembakaran Alquran merupakan perbuatan tercela. Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut aksi itu adalah tindakan memprovokasi seluruh umat Islam yang tersebar di berbagai negara.
"Membakar Alquran salah satu praktik ekstremis, dan melanggar hak asasi manusia, dan kebebasan fundamental manusia".
Sorotan terhadap pembakaran Alquran di Swedia, juga mendapat gelombang kecaman dari Turki. Kemenlu Turki mengutuk dengan menyatakan, bahwa itu tindakan keji.
"Kami mengutuk keras dan itu adalah serangan keji, dan kami telah berulang kali memperingatkan sebelumnya," tulis kementerian tersebut.
Politikus Rasmus Paludan membakar kitab suci Al-Quran saat aksi protes di depan kedutaan besar Turki di Stockholm.
Baca Juga: Pembakaran Al-Quran Swedia Tuai Kecaman dari Indonesia, Arab Saudi Serukan Toleransi
Unjukrasa berujung pembakaran Al Quran tersebut menurut Rasmus Paludan dan kawan-kawannya, sebagai bentuk protes terhadap Swedia untuk masuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Orator menyampaikan agitasi sembari massa membawa spanduk yang bertuliskan, 'Kita semua PKK'. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan