Pasca pandemi Covid-19 Mahasiswa Binus ASO School of Enginering untuk kedua kalinya akan berlaga dalam ajang Shell Eco-marathon 2023 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kompetisi balap mobil ramah lingkungan ini akan diikuti 14 negara pada tanggal 4-9 Juli 2023.
Sebelum berpartisipasi di ajang Shell Eco-marathon 2023, Binus ASO School of Enginering akan melakukan uji coba prototipe kendaraan. Mereka akan mengukur performa serta tingkat konsumsi bahan bakar mesin kendaraan dengan kecepatan rata-rata yang telah disyaratkan.
"Keterlibatan mahasiswa Binus ASO School of Enginering dalam ajang Shell Eco-marathon merupakan bentuk komitmen kami sebagai institusi pendidikan dalam mendukung pemerintah menciptakan opsi mobilitas masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan," ujar Profesor. Fergyanto Dekan Binusu ASO School of Enginering saat jumpa pers, Tangerang, Selasa (27/6/2023).
Ditambahkan Fergy ajang balap ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan untuk membuat prototipe mesin di laboratorium praktik dan melakukan uji coba di sirkuit balapan.
Dalam hajatan tahun ini Fergy yakin D'Base Team dari Binus ASO School of Enginering dapat finish di 5 besar untuk kategori prototipe.
"Melihat torehan prestasi mahasiswa Binus ASO School of Enginering di ajang Shell Eco-marathon tahun lalu, kami optimis di tahun ini para mahasiswa dapat kembali mencetak kesuksesan dalam ajang ini dan membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran nyata dalam energi terbarukan yang berkelanjutan di Indonesia," ujarnya.
Shell Eco-marathon semdiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Shell, untuk mendukung penerapan kendaraan ramah lingkungan. Pada kompetisi ini, setiap tim yang berpartisipasi akan merancang mobil dengan tiga pilihan kategori bahan bakar, yakni bbm konvensional, bertenaga listrik dan fuel cell hibrida.
Berita Terkait
-
Bridgestone Uji Teknologi Baru di Ajang Balap Mobil Bertenaga Surya
-
Staf Khusus Menteri BUMN: Wajar Kalau World Superbike di Sirkuit Mandalika Rugi
-
Gelaran WSBK di Sirkuit Kelolaan InJourney Rugi, Kok Bisa Jubir Erick Thohir Bilang Wajar?
-
Sirkuit Mandalika, Proyek Megah Berbuah Hutang Rp4,6 Triliun, Pengelola Akui tak Bisa Bayar
-
Formula E Jakarta Sepi Pengunjung: Tontonan Menarik dengan Minat Penonton yang Rendah
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Tangis Korban Hanania Travel Pecah di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
-
Dandim Minta Maaf Atas Dugaan Oknum TNI Aniaya Warga Labura, Tegaskan Proses Hukum Berjalan
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Mengaku Wartawan dan LSM, Makelar Kasus Gadungan di Pasuruan Gondol Rp120 Juta demi Sabu
-
Usai Rilis Bab Baru, Manga Kagurabachi Umumkan Hiatus Hingga Agustus 2026
-
Ahmad Luthfi Canangkan Sensus Ekonomi 2026: Data Akurat Jadi Basis Pembangunan Jateng
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama