Serang.suara.com - Konten kreator YouTube, Deddy Corbuzier, melontarkan kritik tajam terhadap draf Peraturan Presiden tentang Jurnalisme Berkualitas. Menurutnya, peraturan yang sedang dipersiapkan tersebut berpotensi akan mematikan konten kreator dan media pers.
Kritik pedas Deddy Corbuzier ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah tangkapan layar berita dari Google Indonesia dengan judul "Sebuah Rancangan Peraturan Berpotensi Mengancam Masa Depan Media di Indonesia."
"Intinya, semua konten kreator akan mati. Termasuk saya, kita, dan Anda. Dan seperti aturan pemerintah lainnya, aturan ini muncul tiba-tiba. Tolong benarkan saya jika saya salah," tulis Deddy di akun Instagramnya pada Jumat (28/7/2023).
Meskipun Deddy mengaku bahwa aturan tersebut mungkin tidak akan memberikan dampak besar pada dirinya, karena bisnis yang ia geluti tidak hanya sebagai konten kreator, ia merasa khawatir bagi konten kreator baru, selebritas media sosial, dan siapa pun yang bergantung pada media sosial.
Tanggapan atas kritik Deddy mendapatkan dukungan dari para pengikutnya di Instagram. Banyak rekan-rekan sesama konten kreator yang mendukung protes Deddy Corbuzier.
"Lawan," Tulis Komika Coky Pardede di kolom komentar postingan tersebut.
"Vote om Ded bikin platform untuk para konten kreator yang terancam jobless," kata Chef Arnold Purnomo.
Google Layangkan Kritik
Google pun ikut mengkritik dalam blog resminya, dengan menganggap bahwa peraturan tersebut akan membatasi keragaman sumber berita dan hanya menguntungkan pihak tertentu.
"Sebaliknya, daripada mempromosikan jurnalisme berkualitas, peraturan ini justru dapat membatasi keberagaman sumber berita bagi publik dengan memberikan kekuasaan kepada lembaga non-pemerintah untuk menentukan konten mana yang diperbolehkan muncul secara online dan penerbit berita mana yang boleh mendapatkan penghasilan dari iklan," tulis Google pada Selasa (25/7/2023).
Baca Juga: Waspada Jual Beli Video Gay Anak di Bawah Umur di Medsos, Ini Motifnya
Perusahaan internet raksasa dari Amerika ini juga khawatir bahwa jika draf Perpres Jurnalisme Berkualitas saat ini disahkan, mereka tidak akan bisa lagi menyediakan sumber informasi yang kredibel dan beragam di Indonesia.
Google juga menyatakan kekhawatiran bahwa sejumlah program yang mereka jalankan untuk mendukung industri media di Indonesia akan menjadi sia-sia jika regulasi baru tersebut benar-benar diberlakukan.
"Kami akan terpaksa untuk mengevaluasi kelangsungan berbagai program yang telah berjalan serta bagaimana kami mengoperasikan produk berita di negara ini," jelas Google.
Lebih lanjut, Google yang mengaku telah terlibat dalam pembahasan regulasi sejak 2021, juga mengungkapkan beberapa dampak negatif jika rancangan peraturan tersebut akhirnya disahkan. [*]
Tag
Berita Terkait
-
Deddy Corbuzier Sindir Pemerintah Gara-gara Perpres Jurnalisme Berkualitas: Oligar...
-
[Hoaks] Pemain Timnas Indonesia Elkan Baggott, Dijadikan Striker dan Cetak Gol Indah, Simak Faktanya
-
Buncah! Pesan Ferdy Sambo Bikin Mewek Sebelum Dihukum Mati Malam Ini, Faktanya Begini
-
Google Ingatkan Pemerintah, Perpres Baru Tentang Jurnalisme Mengancam Masa Depan Media di Indonesia
-
Benarkah Ayu Ting Ting Kena Semprot Bu Siwi Lantaran Lesti Kejora? Simak Faktanya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing