Suara Serang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para ahli bakal terlibat mengurus kasus Oklin Fia soal kasus konten 'Jilat Es Krim'. Hal ini sebagai upaya polisi berikan dudukan hukum.
Pasalnya, Oklin Fia dalam sorotan publik usai pamer gaya menjilat es krim tepat berada di depan kemaluan pria. Hal itu memicu kontroversi atas konten selebgram seksi itu.
Polisi melibatkan MUI, dalam hal untuk menyigi apakah gaya 'Jilat Es Krim' itu termasuk dalam kategori konten porno atau ada unsur pelanggaran agama di dalam visual video konten kreator tersebut.
"Rencana kami akan meminta (pendapat-red) dari MUI dan para ahli. Apakah memang ada unsur dalam konten termasuk kategori yang mengarah pada konten pornografi," terang Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin, dalam konferensi Kamis (17/8/2023).
Kombes Komarudin melanjutkan, keterlibatan Majelis Ulama Indonesia dan ahli agama termasuk para penyidik di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), sebagai langkah awal untuk ungkap kasus viral itu.
"Jadi orang IT juga akan kami minta keterangan atau pendapat, bukan saja Majelis Ulama Indonesia dan ahli, agar ini jelas dan terang benderang," sebutnya.
Pemilik nama asli Oklin Fia Putri yang lahir 24 Oktober 2001 dilaporkan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) ke kantor Polres Metro Jakarta Pusat, 14 Agustus 2023.
Menurut Pengurus SEMMI kalau konten yang diunggah Oklin Fia melanggar nilai-nilai agama dan asusila.
"Jadi kami akan mengundang yang terkait (Oklin-red) ke kantor polisi untuk memberikan jawaban dan klarifikasi," kata Kombes Komarudin.
Baca Juga: Kasus Konten Jilat Es Krim Selebgram Oklin Fia, Polisi Akan Minta Keterangan MUI dan Para Ahli
Pasalnya, menurut SEMMI dalam hal ini Ketua Bidang Hukum dan HAM PB SEMMI, Gurun Arisastra mengatakan, kalau dalam konten ada unsur atau dugaan konten porno.
Lantaran membuat konten kurang patut ditiru, yang mana ia memakai jilbab saat menjilat es krim dengan cara mengadah ke atas tepat di depan kelamin laki-laki di dalam video itu.
"Itu konten tersebut berpotensi melanggar kesusilaan dan penodaan terhadap agama, karena jilbab dianggap sebagai identitas agama Islam," cakap Gurun Arisastra.
Hari Jumat (18/8/2023) PB SEMMI bakal mendiskusikan kasus ini ke MUI. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Timnas Indonesia Perkuat Aspek Non-Taktikal untuk Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027
-
Hadiri Sidang Nadiem Makarim, Rocky Gerung: Jaksa Pintar, Tapi Kelelahan
-
Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700
-
Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN
-
Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!
-
4 Masker Black Tea Kaya Antioksidan untuk Hempas Kerutan dan Kulit Kusam
-
Berasa Nonton Langsung! Review Film Konser 3D Billie Eilish yang Bikin Merinding
-
Purnawirawan Jenderal Semprot Dandim Ternate: Pembubaran Nobar 'Pesta Babi' Langgar Konstitusi!
-
John Herdman Siapkan Formula Baru Jelang Timnas Indonesia Mentas di Piala Asia 2027
-
Viral Obrolan Ibu Syifa Hadju dan El Rumi, Benarkah Dosa Istri Ditanggung Suami?