Suara Serang - Ketua Umum NasDem, Surya Paloh menggelar pidato politik yang bersejarah di Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit.
Pidato ini tidak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga menjadi momen penting dalam dunia politik Indonesia.
Dalam pidatonya, Surya Paloh menyampaikan optimisme besar terkait pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh koalisinya, yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Ia yakin bahwa pasangan ini akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di masa depan.
Surya Paloh secara tegas menyatakan keyakinannya bahwa Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar akan mampu mengatasi berbagai ancaman, hambatan, dan godaan yang mungkin muncul.
Dia menekankan pentingnya menghilangkan sekat-sekat politik dan menciptakan kesatuan dalam upaya memajukan bangsa.
"Kedua pasangan ini kita harapkan bisa mampu mengatasi ancaman, hambatan dan godaan," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Namun, pernyataan terbesar yang dibuat oleh Surya Paloh adalah pengumuman "selamat tinggal" kepada politik adu domba, yang seringkali memecah belah dan merusak sistem nilai kebangsaan.
Dengan kata lain, ia menegaskan bahwa era politik yang memecah belah, cebong dan kampret, sudah berakhir.
Baca Juga: Rincian Bantuan Dana Partai Politik di Banten dan Partai Penerima Dana Hibah
"Hari ini juga kita nyatakan, selamat tinggal kepada politik cebong dan kampret. Politik yang memang mengadu domba, memecah belah dan merusak semua sistem nilai kebangsaan kita," tegasnya.
Surya Paloh juga menyampaikan selamat datang kepada politik kebhinekaan yang mempersatukan semua komponen dan elemen dalam masyarakat Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang kaya akan kebhinekaan, dan politik yang mempromosikan pluralisme adalah langkah positif menuju kemajuan yang lebih besar.
Sebelum mengumumkan deklarasi pasangan Anies-Muhaimin, Surya Paloh juga memberikan penghargaan kepada dua tokoh politik tersebut.
Ia menggambarkan Anies Baswedan sebagai cendikiawan intelektual yang dapat membawa kepemimpinan baru, sementara Muhaimin Iskandar dikenal sebagai seorang organisator ulung.
"Pasangan ini bagai botol dan tutup botol," kata Surya Paloh, menggambarkan kesempurnaan kolaborasi antara keduanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan
-
Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
-
Ribuan Relawan Makan Bergizi Gratis di NTB Demo Turun ke Jalan
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
Francisco Conceicao: Kami Bukan Pelayan Cristiano Ronaldo!
-
Kejati Sulsel Vs Bahtiar Baharuddin: Saling 'Serang' Bukti di Sidang Praperadilan Bibit Nanas
-
Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius