/
Sabtu, 02 September 2023 | 23:30 WIB
Deklarasi Anies-Cak Imin. (Youtube NasDem TV)

Suara Serang - Deklarasi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagai kandidat presiden dan wakil presiden jadi perhatian netizen. Bahkan Direktur Esekutif INPOIN CENTER, Zainul Abidin Sukrin ikut memberikan tanggapan.

Inpoin Center menilai deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar akan menghadapi sejumlah risiko dan tantangan selama perjalanan duet mereka menuju Pilpres 2024.

Zainul Abidin Sukrin mengatakan bahwa Anies Baswedan telah memilih Muhaimin Iskandar sebagai kandidat wakil presiden yang mewakili wilayah Jawa, yang memiliki potensi untuk menarik kelompok santri, kiai, dan kelompok organisasi agama terbesar, Nahdatul Ulama.

"Namun, ada beberapa risiko yang harus dihadapi oleh pasangan ini," ucap Zainul Abidin Sukrin kepada jurnalis baru-baru ini.

Risiko pertama adalah kehilangan dukungan dari Partai Demokrat. Meskipun pecahnya koalisi tidak signifikan dalam mengubah segmen pemilih Anies Baswedan.

Risiko kedua adalah dominasi oligarki politik, yang dapat mengendalikan keterpilihan atau elektabilitas Anies Baswedan dan memainkannya dalam permainan politik.

Zainul Abidin Sukrin juga menekankan bahwa segmentasi pemilih yang menentukan kemenangan elektoral dipengaruhi oleh faktor sosial seperti wilayah, etnis, ikatan primordial, dan agama, serta faktor psikologis seperti preferensi pemilih terhadap kandidat dan afiliasi dengan partai politik.

"Dalam hal ini, Pulau Jawa, khususnya Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat menjadi wilayah kunci," kata Zainul Inpoin Center memberikan pandangan.

Meskipun pasangan Anies-Muhaimin memiliki potensi untuk mengamankan segmentasi pemilih yang penting, mereka juga dihadapkan pada tantangan besar. Terutama dalam menghadapi pengendalian elektoral dan kemungkinan pecahnya koalisi lawan politik.

Baca Juga: Deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar PKS Langsung Manuver Politik, Bukti Perang Melawan Prabowo dan Ganjar Pranowo

"Mereka harus mengatasi risiko ini untuk meningkatkan peluang kemenangan elektoral mereka dalam Pilpres 2024 mendatang," terang Zainul Abidin Sukrin menutup. [*]

Load More