Serang.suara.com – Masyarakat Kota Serang, Banten, ternyata tak sedikit yang tergolong dalam kategori miskin ekstrem. Hal itu diungkapkan Kepala Dinsos Kota Serang Toyalis.
Menurut Toyalis, berdasarkan catatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sebanyak 46 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Serang masuk kategori masyarakat miskin. Dari angka itu, ujar Toyalis, 8.799 di antaranya masuk kategori miskin ekstrem.
"Saat ini, masyarakat miskin di Kota Serang tercatat di angka 46 ribu KK, 8.799 di antaranya masuk dalam kategori miskin ekstrem. Data ini diambil dari Menko PMK, saat ini sedang diverifikasi ulang di lapangan oleh Dinsos Kota Serang," ucapnya, Jumat, 8 September 2023.
Toyalis menjelaskan, kemiskinan ekstrem di kotanya terjadi karena minimnya lapangan pekerjaan. Masyarakat kategori miskin ekstrem tersebut, tutur dia, tersebar di Kecamatan Taktakan dengan jumlah 2.000 KK, Kasemen 1.600 KK, Curug 1.500 KK, Serang 1.300 KK, Walantaka 1.200 KK, dan Cipocok 1.000 KK.
"Faktornya karena minimnya lapangan pekerjaan, jadi tidak punya pemasukan, tidak punya penghasilan, walaupun ada hanya cukup untuk makan saja," katanya.
Toyalis mengaku timnya saat ini tengah melakukan pendataan terkait dengan masyarakat kategori miskin ekstrem. Data itu akan digunakan apabila nanti ada bantuan dari pemerintah. Menurut Toyalis, bantuan yang ada dapat segera disalurkan karena Dinsos telah memiliki data masyarakat miskin ekstrem.
"Dinsos hanya melakukan validasi dan verifikasi. Jika ada bantuan, datanya ada di kita. Jadi kita hanya memastikan saja," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir