/
Minggu, 10 September 2023 | 11:59 WIB
Ilustrasi warga miskin. (Suara.com/Oke Dwi Atmaja)

Serang.suara.com – Masyarakat Kota Serang, Banten, ternyata tak sedikit yang tergolong dalam kategori miskin ekstrem. Hal itu diungkapkan Kepala Dinsos Kota Serang Toyalis. 

Menurut Toyalis, berdasarkan catatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sebanyak 46 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Serang masuk kategori masyarakat miskin. Dari angka itu, ujar Toyalis, 8.799 di antaranya masuk kategori miskin ekstrem.

"Saat ini, masyarakat miskin di Kota Serang tercatat di angka 46 ribu KK, 8.799 di antaranya masuk dalam kategori miskin ekstrem. Data ini diambil dari Menko PMK, saat ini sedang diverifikasi ulang di lapangan oleh Dinsos Kota Serang," ucapnya, Jumat, 8 September 2023.

Toyalis menjelaskan, kemiskinan ekstrem di kotanya terjadi karena minimnya lapangan pekerjaan. Masyarakat kategori miskin ekstrem tersebut, tutur dia, tersebar di Kecamatan Taktakan dengan jumlah 2.000 KK, Kasemen 1.600 KK, Curug 1.500 KK, Serang 1.300 KK, Walantaka 1.200 KK, dan Cipocok 1.000 KK.

"Faktornya karena minimnya lapangan pekerjaan, jadi tidak punya pemasukan, tidak punya penghasilan, walaupun ada hanya cukup untuk makan saja," katanya.

Toyalis mengaku timnya saat ini tengah melakukan pendataan terkait dengan masyarakat kategori miskin ekstrem. Data itu akan digunakan apabila nanti ada bantuan dari pemerintah. Menurut Toyalis, bantuan yang ada dapat segera disalurkan karena Dinsos telah memiliki data masyarakat miskin ekstrem.

"Dinsos hanya melakukan validasi dan verifikasi. Jika ada bantuan, datanya ada di kita. Jadi kita hanya memastikan saja," ujarnya.

Load More