Serang.suara.com – Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kaesang telah menerima friendship card atau kartu tanda anggota (KTA) PSI dengan nomor anggota S317420230151515.
Kaesang pun mengungkapkan alasannya bergabung dengan PSI. Kaesang mengaku memiliki keinginan dan kesamaan dengan PSI.
"Kami kebetulan punya kesamaan dan keinginan, kami ingin anak-anak muda bisa lebih terlibat di sektor publik," ujar Kaesang, Sabtu, 23 September 2023.
Kaesang mengaku ingin anak muda menjadi objek aktif dalam pemilu. Hal itu karena masa depan Indonesia untuk anak muda Indonesia.
"Apalagi di pemilu, anak muda dijadikan sebagai objek pasif. Kita mau mereka jadi objek aktif. Mau gimana pun, masa depan Indonesia itu untuk anak muda Indonesia," tutur Kaesang.
Dia melihat PSI adalah partai yang bagus serta yang diisi anak-anak muda yang memiliki integritas dan kompetensi.
"Saya lihat PSI partai yang bagus, diisi oleh anak-anak muda yang berintegritas, punya kompetensi juga. Yang terpenting mereka punya semangat untuk mebuat Indonesia jauh lebih baik. Cuma sayangnya mereka enggak masuk Senayan," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, Kaesang mendaftar ke PSI sekitar satu minggu lalu. Namun penyerahkan KTA baru dilakukan hari ini di kediaman Kaesang di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Baca Juga: Kabari Jokowi dan Gibran Sebelum Gabung PSI, Kaesang: Saya Hanya Minta Restu, Bukan Pesan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan