/
Selasa, 06 September 2022 | 11:14 WIB
Sejumlah mobil water canon disiagakan di gedung DPR jelang demo tolak kenaikan bbm dari massa buruh. (Suara.com/Rakha)

SuaraSoreang.id - Jelang aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM yang digelar oleh Partai Buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, sebanyak 3.000 personel gabungan dikerahkan untuk penjagaan dan pengamanan.

Selain itu, sebagaimana dikutip dari Suara.com pada pagi ini (6/9/2022), terlihat pula kawat berduri sudah terpasang di sepanjang pagar depan Gedung DPR RI dan beberapa kendaraan taktis milik kepolisian.

Di balik pagar depan Gedung DPR RI sudah dipersiapkan water cannon guna penjagaan.

Meski begitu, saat ini arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto masih terpantau lancar, belum ada pengalihan. Belum tampak pula massa aksi yang tiba di lokasi unjuk rasa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin menuturkan, akan ada sekitar 3.000 personel yang dikerahkan untuk pengamanan aksi unjuk rasa.

"Di DPR ini sekitar 3.000 personel," kata Komarudin saat dikonfirmasi, Selasa (6/9/2022).

Untuk meminimalisir terjadinya kemacetan akibat aksi unjuk rasa, pihak kepolisian juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitaran gedung DPR RI.

Said Iqbal selaku Presiden Partai Buruh menyebutkan massa aksi unjuk rasa tersebut diperkirakan akan dihadiri sebanyak 5.000 orang.

Tujuan dari aksi tersebut utamanya adalah meminta kepada pemerintah untuk membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM yang kini dianggap menyulitkan rakyat.

Baca Juga: Baim Wong Bantu Anak Penuh Kutu, Netizen: Ada Kemiskinan, Ada Duit Adsense

Selain itu, aksi yang dilakukan hari ini juga menuntut pemerintah untuk membentuk panitia khusus atau pansus BBM agar harga BB dapat diturunkan.

"Untuk Jabodetabek, aksi akan diikuti 3.000-5.000 orang yang dipusatkan di DPR RI. Aksi ini untuk menuntut pembentukan panja atau Pansus BBM agar harga BBM diturunkan," ucap Said.

Tuntutan lainnya dari aksi unjuk rasa hari ini ialah menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan meminta kenaikan UMK 2023 yakni sebesar 10-13 persen.

Sumber: Suara.com

Load More