SuaraSoreang.id - Menyusul pernyataannya untuk siap maju sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024, Sandiaga Uno akhirnya mendapatkan desakan untuk mundur dari partai Gerindra.
Desakan tersebut muncul di tengah keputusan Partai Gerindra yang akan mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden.
Sandiaga Salahuddin Uno yang juga merupakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) akhirnya buka suara terkait kabar desakan tersebut.
Sebagai kader Partai Gerindra, dirinya mengaku sangat menghormati arahan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo.
"Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa sebagai kader Gerindra, saya sangat menghormati dan mengikuti arahan dari Ketua Umum (Gerindra) Bapak Prabowo," ungkap Sandi sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Sandi mengatakan bahwa Prabowo menegaskan pada dirinya untuk fokus pada tugas-tugasnya di kementerian.
"Beliau menegaskan saya untuk fokus pada tugas di kementerian," tambahnya.
Meskipun demikian, Sandi mengaku saat ini dirinya juga masih sering berdiskusi dengan Prabowo terkait perekonomian dan pembangunan bangsa ke depan, tanpa spesifik membicarakan masalah dinamika politik yang tengah terjadi.
Lebih lanjut Sandi menegaskan, bahwa dinamika politik yang terjadi saat ini tetap harus dibawa dalam bingkai persahabatan dan kebersamaan untuk memastikan kontestasi politik di tahun 2024 nanti tetap berjalan dengan sejuk, teduh dan bersahabat
Baca Juga: Jelang Pertandingan Kontra Arema FC, Persib Bandung Perkenalkan Dua Staf Pelatih Baru
Saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dirinya juga tengah berfokus pada pengembangan perekonomian Indonesia, mendengarkan aspirasi masyarakat serta memberikan solusi.
Sumber: ANTARA
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation
-
Terjepit Harga Bahan Baku Naik dan Gelombang PHK, Omzet Pengusaha Kopi Sidoarjo Anjlok 50 Persen
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes