PURBALINGGA.SUARA.COM - Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengungkap pertemuannya dengan Ferdy Sambo setelah peristiwa penembakan Brigadir J alias Brigadir Yosua. Ketika itu Kapolri hendak memastikan apakah Sambo terlibat peristiwa tersebut atau tidak. Namun Kapolri mengungkapkan Sambo berbohong padanya dengan menceritakan Brigadir J tewas dalam skenario tembak menembak dengan Bharada E.
Menurut cerita Kapolri dalam sebuah sesi wawancara di televisi swasta, setelah peristiwa penembakan Brigadir J, Kapolri memanggil Ferdy Sambo menghadap. Kapolri menanyakan apakah Sambo terlibat dalam penembakan yang menewaskan Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam.
"Saya tanyakan kepada yang bersangkutan, kamu jujur kamu terlibat apa tidak. Dua kali saya bertanya," ujar Kapolri pada program Satu Meja The Forum bertajuk "Siasat Kapolri di Pusaran Kasus Sambo" yang akan tayang pada Rabu 7 September Pukul 20.30 WIB di Kompas TV.
Kepada Kapolri yang merupakan pemimpin tertinggi Polri, Ferdy Sambo yang kala itu masih menjabat Kadiv Propam menceritakan skenario awal bahwa terjadi baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J setelah mendengar teriakan Putri Candrawathi.
Namun hasil penyelidikaan menunjukkan ketidakcocokan antara cerita Ferdy Sambo dengan hasil uji balistik. Melalui scientific crime indentification, satu persatu kejanggalanskenario Sambo terendus.
Kebohongan Ferdy Sambo baru terungkap setelah Bharada E buka mulut. Ia menceritakan versi yang sangat berbeda dengan skenario Sambo. Dari keterangan Bharada E inilah fakta kematian Brigadir J mulai terungkap.
Semula Bharada E memang mendukung skenario Sambo. Namun setelah apa yang dijanjikan Sambo tak terwujud, Bharada E akhirnya bersedia berkata jujur.
Semula ia dijanjikan tak dipidana oleh Sambo. Karena tak Ingin dipecat dari Polri, Bharada E mengungkap apa yang ia tahu tentang peristiwa di Duren Tiga.
Setelah mendapat keterangan dari Bharada E, Kapolri kembali memeriksa Ferdy Sambo yang kala itu masih menjabat Kadiv Propam. Untuk kedua kali Sambo membohongi Kapolri. Ia masihbertahan pada skenario pertama bahwa Brigadir J meninggal karena baku tembak dengan Bharada E.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan Sindikat Penimbun BBM Bersubsidi di Banyumas, Ribuan Liter Solar Disita
Sambo Intimidasi Penyidik Timsus
Kapolri kemudian mendengar para penyidik Timsus yang memang dibentuk khusus di bawah Wakapolri, Irwasum dan Kabareskrim kesulitan menyelidiki kasus ini. Ini tak lepas dari ulah Sambo yang menggunakan pengaruhnya sebagai Kadiv Propam untuk mengintimidasi penyidik.
“Mereka (penyidik) sempat ketakutan karena ada bahasa-bahasa bahwa mereka semua akan berhadapan dengan yang bersangkutan (Sambo),” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Budiman Tanuredjo dalam program Satu Meja The Forum yang dikutip dari Instagam Kompas TV.
Kapolri kemudian mengambil langkah taktis, menonaktifkan Ferdy Sambo. Selain itu, Kapolri juga membubarkan Satgasus yang dikepalai Ferdy Sambo. Sambo pun sejak saat itu dikarantina di tempat khusus bersama dengan loyalisnya yang terlibat kasus ini.
Dengan melucuti kekuasaan Sambo dan mengisolasi di tempat khusus, penyidik mendapat keleluasaan untuk memeriksa Sambo yang semula tak tersentuh. Sejalan dengan kelengkapan alat bukti dan saksi, penyidik menetapkan Sambo sebagai tersangka hingga memberhentikannya tidak dengan hormat melalui sidang kode etik Polri.
Dari titik inilah karier Sambo yang dibangun belasan tahun runtuh. Kini tinggal bagaimana konstruksi hukum yang disusun penyidik untuk menegakkan keadilan. Selebihnya ialah proses pengadilan yang akan dikawan Kejaksaan Agung RI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Jadwal Imsak Palembang 2 Maret 2026: Waktu Sholat Lengkap & Doa Niat Puasa Ramadan
-
Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei
-
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam
-
Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran
-
Siap Marathon? Ini 7 Film dan Serial Netflix Tayang Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur
-
Ramalan 3 Shio Paling Beruntung pada 2-8 Maret 2026, Siapa Saja?
-
Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto
-
IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik