/
Jum'at, 09 September 2022 | 14:33 WIB
Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles (Daniel Leal/AFP)

Sejak Ratu Elizabeth II menduduki takhta kepemimpinan Kerajaan Inggris, ia sering sekali menghadiri banyak acara, hingga menjadi tuan rumah kunjungan kepala negara asing.

Setidaknya ada sekitar 21.000 acara yang pernah ia hadiri, 4.000 perundang-undangan yang ia sepakati, dan sekitar 112 kali menjamu kunjungan kepala negara asing.

Selain itu, selama kepemimpinannya, Ratu Elizabeth II telah mengadakan lebih dari 180 pesta kebun yang digelar di Istana Buckingham yang dihadiri oleh lebih dari 1,5 juta orang.

4. Kehidupan politik dan agama

Ratu Elizabeth II rutin mengadakan rapat pribadi bersama perdana menteri Inggris selama masa kepemimpinannya.

Ada lebih dari 15 Perdana Menteri Inggris yang bekerja selama masa kepemimpinannya sebagai Ratu. Mulai dari Perdana Menteri pertama, Winston Churchill yang menjabat pada periode 1952-1955, hingga yang terakhir adalah Liz Truss yang baru saja terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris.

Semasa menduduki posisi sebagai Ratu, Elizabeth juga pernah bertemu dengan 13 dari 14 Presiden Amerika Serikat kecuali Lydon B. Johnson.

Ratu Elizabeth yang juga merupakan Gubernur Tertinggi Gereja Inggris pernah menemui empat paus dalam kunjungan resmi, yakni John XXIII (1961), John Paul II (1980, 1982 dan 2000), Benedict XVI (2010) serta Francis I (2014).

5. Kartu

Baca Juga: SERAM! Kisah Horor Kastil Ratu Elizabeth yang Sering Hantui Keluarga Kerajaan Inggris

Ratu telah mengirim sekitar 300.000 kartu ucapan selamat untuk centenarian dan lebih dari kartu ucapan selamat atas pernikahan 60 tahun kepada 900.000 pasangan.

Kehidupan pernikahan Elizabeth juga berlangsung cukup lama, dia menjalani masa pernikahannya selama 73 tahun. Ini juga merupakan rekor sebagai penguasa Inggris.

Suaminya, Pangeran Philip, meninggal pada usia 99 tahun pada April 2021 lalu.

6. Lukisan

Selama masa hidupnya, Ratu Elizabeth sudah berpose untuk lebih dari 200 lukisan sejak ia berusia 7 tahun. Sebagian besar lukisannya tersebut, dilukis dengan gaya tradisional.

Namun, salah satu lukisan karya Lucien Freud pada tahun 2001 lalu menuai kontroversi. Seorang kritikus mengatakan, dalam lukisan tersebut sang Ratu terlihat mirip dengan anjing corgi milik ratu.

Load More