SuaraSoreang.id - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dengan tegas tidak akan lagi menegur bila menerima laporan pelanggaran yang dilakukan anggotanya, melainkan akan langsung memecatnya
Hal tersebut disampaikan Sigit dalam video yang ia bagikan di akun sosial media resmi miliknya, @listyosigitprabowo pada Senin (12/9/2022).
"Kalau ada laporan saya tidak perlu tegusr lagi, langsung saya proses, saya langsung copot," tegas Sigit dalam video tersebut.
Teguran ini tegasnya berlaku bagi seluruh anggota Polri, baik laki-laki maupun perempuan.
"Ini berlaku untuk semuanya, apakah itu polki apakah itu polwan," imbuhnya.
Selanjutnya Sigit menuturkan bahwa tindakan tegas ini dilakukan semata-mata demi melindungi 430 ribu anggota Polri dan 30 ribu PNS yang telah bekerja dengan baik demi membangun kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara.
"Saya harus mencopot, saya harus menindak, terhadap rekan-rekan yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dan ini terus saya ulang-ulang karena saya sayang dengan 430.000 polisi yang telah bekerja dengan baik dan 30.000 PNS yang juga bekerja dengan baik," ujarnya.
Sigit juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan lagi mentolerir anggotanya yang terlibat dalam kasus penyakit masyarakat, seperti perjudian, narkoba dan yang lainnya.
Menurutnya saat ini negara sedang pusing akibat kejahatan-kejahatan terhadap kekayaan negara. Maka dari itu Kepolisian harus berada di garda terdepan untuk menumpas kejahatan-kejahatan tersebut.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bantuan Subsidi Upah
"Jadi kalau masih kedapapatan melanggar terkait masalah judi, terkait masalah penyakit masyarakat, negara sedang pusing, bebannya cukup berat terhadap kejahatan-kejahatan kekayaan negara, tolong diberantas," ucapnya.
Terakhir, Sigit berpesan kepada para anggotanya untuk menghidari hal-hal yang dapat kepercayaan masyarakat terhadap Polri menjadi rusak.
"Saya selalu mewanti-wanti hindari pelanggaran-pelanggaran khususnya hal-hal yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Pelanggaran-pelanggaran yang kalau anggota lakukan maka itu akan semakin menurunkan kepercayaan publik kepada Polri," pesannya.
Ia pun turut berpesan, agar seluruh anggota Polri dapat saling mengingatkan apabila melihat anggota lain melakukan hal yang dikiranya salah, tanpa perlu melihat apakah dia atasan atau bawahan.
"Ikan busuk tentunya mulai dari kepala. Mari saling mengingatkan atasan mengingatkan anak buah, anak buah juga sama. Menyampaikan bahwa komandan sepertinya ini salah, dan itu sah-sah saja," ucap mantan Kadiv Propam Polri tersebut.
"Jangan biasakan rekan-rekan bila menerima sesuatu yang tidak pas terus rekan-rekan tidak berani menyampaikan pendapat rekan-rekan. Karena ini untuk kebaikan institusi," pungkasnya.
Sumber: ANTARA
Berita Terkait
-
Serahkan Hasil Laporan Kasus Pembunuhan Brigadir J ke Mahfud MD, Komnas HAM Ungkap Fakta Ini
-
Kapolri Tegaskan Tak Akan Tegur Lagi Anggota yang Dilaporkan: Saya Langsung Copot
-
Bjorka Tidak Kenal Ferdy Sambo Tapi Ancam Bocorkan Data Kapolri: Buat Dengar Desakan Kalian
-
Bripka RR: Kuat Ma'aruf yang Terlihat Panik dan Tegang, Brigadir J Menangis saat Ditodong Pisau
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan