SuaraSoreang.id - Tragedi maut terjadi pasca pertandingan Arema FC lawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Kejadian ini menewaskan ratusan orang. Terbaru, dikabarkan mencapai 187 orang meninggal dunia.
Korban jiwa itu disebabkan kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan selesai.
Suporter tim yang berjuluk Singo Edan itu turun ke lapangan karena tak terima kekalahan atas Persebaya.
Ribuan orang menyerang pemain dan ofisial di lapangan.
Polisi yang bertugas segera bertindak dengan cara memukul serta menembakkan gas air mata.
Akhirnya, para suporter panik dan berlarian ke arah pintu keluar untuk menghindari gas air mata. Namun nahas, stadion yang berisi 40 ribuan orang itu menjadi padat dan sesak di area pintu keluar.
Banyak korban sesak dan terinjak hingga ratusan nyawa akhirnya melayang.
Banyak pihak mengecam tindakan yang dilakukan aparat kepolisian. Sebab, penggunaan gas air mata dalam stadion tak diizinkan FIFA.
Di samping itu, pihak kepolisian beralasan untuk membubarkan ribuan suporter yang melakukan penyerangan ke lapangan.
Namun, alasan yang dibawa pihak kepolisian rupanya dinilai tak cukup kuat oleh beberapa pihak.
Salah satu akun Twitter @siixsixsiix mengomentari kejadian ini dengan membandingkan kejadian-kejadian kerusuhan sepak bola di luar negeri.
Menurut akun tersebut, budaya suporter atau penonton kecewa dan turun ke lapangan itu merupakan hal yang biasa terjadi.
"Semua pertandingan ini penonton masuk ke lapangan. St Etienne, Frankfrut, Malmo, dan Arema," cuitnya.
Namun, dia melemparkan pertanyaan pada khalayak yang berusaha menyalahkan suporter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
Review Film Warrior (2011): Drama Keluarga Mengharukan di Balik Ring MMA
-
Persib Bandung Gaet Sergio Castel: 5 Poin Penting Rekrutan Anyar Pangeran Biru
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Waspadai Malut United, Bojan Hodak Sesumbar Siapkan Kejutan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
Media Italia Bongkar Isi Pembicaraan Jay Idzes dengan John Herdman